detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 08:05 WIB

Round-Up

Cerita Kelam Masa Kecil Guru Ekskul di Surabaya Berujung Sodomi 15 Siswa

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Cerita Kelam Masa Kecil Guru Ekskul di Surabaya Berujung Sodomi 15 Siswa Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Seorang guru ekstrakurikuler pramuka di Surabaya tega menyodomi 15 siswanya. Pelaku berinisial MM (30) ini mengajar ekskul di 5 SMP dan 1 SD di Surabaya.

"Tersangka adalah MM, pembina ekstra pramuka di 6 sekolah di Surabaya baik negeri ataupun swasta, alamat Kupang Segunting, Tegalsari" ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (23/7/2019).

Barung mengatakan pihaknya mengetahui aksi bejat MM dari laporan orang tua murid. Awalnya ada 3 siswa yang melapor, namun usai pengembangan tenyata ada total 15 yang menjadi korban.

Pelaku sendiri telah menjadi guru ekstrakurikuler sejak tahun 2015. Namun pencabulan dan sodomi diaku dilakukannya sejak pertengahan 2016.

"Ada laporan masuk di Polda Jatim, sehingga laporan itu dikembangkan oleh Ditreskrimum ada 15 anak yang menjadi korban. Dari pengakuan pelaku dia sudah menjadi instruktur (pramuka) dari tahun 2015-2019," ucap Barung.

Barung menambahkan pelaku mencabuli dan menyodomi korban dengan cara membentuk tim inti pramuka yang kemudian diundang ke rumahnya dengan alasan untuk mendapatkan pembinaan khusus. Dengan dalih agar bisa masuk ke tim elite, para korban akhirnya dicabuli dan disodomi.

"Perbuatan pelaku dilakukan di sekolah hingga di rumah," kata Barung.

Pelaku sendiri mengaku apa yang diperbuatnya demi untuk kepuasan pribadinya. Pelaku juga mengatakan salah satu faktor dia melakukan pencabulan dan sodomi adalah karena dia memiliki trauma dicabuli saat kecil.


Foto: Hilda Meilisa Rinanda


"Tidak ada maksud ketertarikan, seinget saya, saya pernah jadi korban pelecehan juga," kata MM.

Pelaku mengaku dirinya tak memiliki ketertarikan pada laki-laki. Namun dia juga menegaskan masih menyukai lawan jenis. Warga Kupang Segunting, Tegalsari, Surabaya ini menambahkan dia memiliki kekasih seorang wanita.

"Iya (punya pacar) cewek," ujar MM pelan.

Polisi berencana melakukan tes kejiwaan kepada pelaku. "Nanti dari penyidik akan melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan di doktoral forensik," kata Barung.

Barung menambahkan tes kejiwaan ini untuk melihat kecenderungan pelaku mengidap kelainan seksual yang berbeda.

"Akan dites apakah yang bersangkutan memiliki spesifikasi kelainan dan orientasi seks yang berbeda," imbuh Barung.

Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti beberapa akta kelahiran siswa, vapor dan handphone milik pelaku. Sedangkan pelaku dijerat Pasal 80 atau 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Simak Video "Belasan Siswa Jadi Korban Pelecehan Guru Honorer di Pasar Rebo "
[Gambas:Video 20detik]

(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com