detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 17:27 WIB

Malaysia Tertarik Investasi Pengolahan Sampah Plastik di Jatim

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Malaysia Tertarik Investasi Pengolahan Sampah Plastik di Jatim Gubernur Khofifah dan Menteri Perumahan dan Kerajaan Tempatan Malaysia, Zuraida binti Kamaruddin/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bertemu Menteri Perumahan dan Kerajaan Tempatan Malaysia Zuraida binti Kamaruddin. Pertemuan yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya membahas investasi pabrik pengolahan sampah plastik di Jatim.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya sempat membahas tentang pengolahan sampah plastik di Malaysia. Di sana, sampah plastik yang sudah dibersihkan diolah menjadi bahan baku pakaian, sepatu, mainan anak hingga industri dan diekspor ke luar negeri.

Gubernur Khofifah mengaku cukup tertarik untuk mengembangkan teknologi ini. Terlebih, teknologi yang digunakan Malaysia cukup sederhana, tidak terlalu mahal dan tidak membutuhkan lahan yang banyak. Untuk itu, Khofifah menawarkan kerja sama investasi di Jatim.

"Negara kita termasuk yang sampah plastiknya cukup besar. Oleh karena itu teknologi yang sudah dimiliki oleh Malaysia tadi saya minta kepada beliau untuk mengajak Kementerian atau pengusaha Malaysia berinvestasi di sini untuk mengolah plastik," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (23/7/2019).


Khofifah menceritakan pengolahan sampah plastik di Malaysia diawali proses pembersihan terlebih dahulu. Kemudian hasilnya diolah menjadi produk yang bisa diekspor. Menurut Khofifah, proses ini bisa memberi nilai tambah pada sampah plastik, sehingga bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Jadi sesungguhnya apa yang kita anggap sampah bisa memberikan nilai tambah dan nilai ekonomi masyarakat. Tapi kita harus terus meningkatkan pembelajaran kita. Nilai-nilai baik yang kita bisa adopsi dan mudah-mudahan Kepala Biro Perekonomian kita minta untuk supaya bisa mem-follow up, agar kita bisa membangun kerjasama yang lebih sinergis dan lebih konkret,"imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Khofifah sempat membicarakan potensi wisata Jatim. Misalnya saja Gunung Bromo, Blue Fire di Kawah Ijen, hingga Pulau Gili Iyang di Sumenep yang terkenal akan kandungan oksigen terbaik di dunia.

"Kami berbincang banyak tentang wisata-wisata yang menjadi unggulan Jawa Timur termasuk blue fire mudah-mudahan beliau suatu saat akan kembali ke Jawa Timur dan kemudian mengajak rombongan Lebih banyak ke Banyuwangi melihat berbagai destinasi wisata di Banyuwangi," imbuh Khofifah.


Zuraida binti Kamaruddin menyambut baik ajakan Khofifah untuk berinvestasi. "Hari ini saya berkunjung ke Ibu Gubernur untuk berbincang dan sharing. Satu yang saya lihat tadi ada potensi untuk Malaysia berinvestasi ke sini untuk memproses kilang plastik. Yang mana sampah plastik bisa diproses dan diekspor kepada negara-negara maju untuk bahan baju dan sebagainya. Ini mungkin satu peluang yang boleh kita kembangkan," kata Zuraida.

Tak hanya itu, Zuraida menyebut kunjungannya ke Jatim ini juga untuk studi banding dan melihat berbagai potensi yang dimiliki Jatim. Zuraida pun mengaku kagum dan akan membawa pengelolaan rumah susun (rusun) dan perkampungan di Surabaya untuk diterapkan di sana.

"Kemarin kami bertemu dengan Walikota Surabaya dan melihat bagaimana pengelolaan rusun dan perkampungan di Surabaya termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di dalamnya," pungkas Zuraida.


Simak Juga 'WWF Indonesia Apresiasi Gerakan Milenial Anti Plastik':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com