detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 16:49 WIB

2 Siswa SD di Surabaya Trauma dan Enggan Sekolah Setelah Dicubit Guru

Deny Prastyo Utomo - detikNews
2 Siswa SD di Surabaya Trauma dan Enggan Sekolah Setelah Dicubit Guru SDN Simomulyo I Surabaya/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Kekerasan terhadap murid oleh oknum guru diduga terjadi di SDN Simomulyo I Surabaya. Tiga orang siswa mengaku mengalami tidak kekerasan, dicubit guru. Bahkan dua di antaranya sampai trauma enggan masuk sekolah.

Salah satu wali murid, Sulistianing Tyas Utami mengatakan tangan kanan sang anak dicubit oleh guru hingga memar. "Kejadiannya Jumat lalu, terus kami laporkan ke pihak sekolahan. Tadi kami sudah ketemu dengan kepala kesiswaan. Katanya akan diklarifikasi kepada guru yang bersangkutan," kata Sulistianing kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Sulistianing kemudian bercerita berdasarkan pengakuan anaknya. Menurutnya, sang anak akan dicubit oleh guru tersebut jika salah mengerjakan tugas.


"Ketika salah mengerjakan tugas akan dicubit. Kalau salah mengerjakan tugas dua kali akan dicubit dua kali. Kalau anak saya nakal, saya bisa memaklumi ataupun ramai di kelas atau bagaimana," terang Sulistianing.

Pengaduan yang sama juga disampaikan Anggi, wali murid lain. Menurut Anggi, anaknya trauma masuk sekolah lantaran sering dimarahi sang guru. Kemudian ketika salah mengerjakan tugas dihadiahi cubitan.

"Anak saya dicubit, lalu dimarahi terus. Akibatnya nggak mau masuk sekolah. Katanya takut sama gurunya. Sudah satu hari nggak masuk," ujar Anggi.

Setelah bertemu dengan pihak sekolah, Anggi berharap anaknya mau kembali sekolah. Kemudian tidak ada lagi kekerasan dalam kelas seperti main cubit yang membuat anaknya trauma.


"Saya berharap yang terbaik lah, biar tidak ada kekerasan lagi. Terus anak nyaman dan tidak takut-takut lagi saat sekolah," lanjut Anggi.

Sayangnya, wali murid yang ingin menyampaikan pengaduan gagal menemui kepala sekolah dan guru yang diduga melakukan kekerasan. Menurut Ketua Kesiswaan SDN Simomulyo I Surabaya Marlikan, kepala sekolah dan guru yang bersangkutan sedang memenuhi panggilan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

"Kami sudah menemui para orang tua tersebut. Sedangkan kepala sekolah sudah memanggil yang bersangkutan dan melakukan pembinaan internal dan sekarang sudah dipanggil di Dinas," kata Marlikan.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com