detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 09:21 WIB

Tiga Kecamatan di Situbondo Kekeringan, BPBD Mulai Distribusikan Air Bersih

Ghazali Dasuqi - detikNews
Tiga Kecamatan di Situbondo Kekeringan, BPBD Mulai Distribusikan Air Bersih Suplai air bersih ke wilayah dilanda kekeringan/Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Sejumlah daerah di Situbondo kekurangan air bersih. Sedikitnya ada tiga Kecamatan yang meminta bantuan pengiriman air bersih ke wilayahnya. Masing-masing, Kecamatan Sumbermalang, Kecamatan Mlandingan, dan Kecamatan Arjasa. BPBD Situbondo pun mulai merespon dan melakukan pengiriman air bersih.

"Sementara memang baru tiga Kecamatan yang meminta kiriman air bersih. Akan kita layani dan pengiriman air bersih sudah kita jadwal," kata Plh Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Agus Fauzi kepada detikcom saat dikonfirmasi, Selasa (23/7/2019).

Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, kekurangan air bersih di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Sumbermalang, Mlandingan, dan Kecamatan Arjasa, kini dirasakan oleh ribuan warga. Mereka tersebar di sejumlah dusun di wilayah tiga kecamatan tersebut.


Di Kecamatan Sumbermalang, kekurangan air bersih terjadi di Dusun Jambaran Timur dan Jambaran Tengah. Dua dusun itu ditinggali sekitar 940 jiwa warga. Selain itu, kekurangan air bersih juga terjadi di Dusun Trebungan Timur, Dusun Karajan, dan Dusun Barat Ledeng di wilayah Kecamatan Mlandingan.

Sementara di Kecamatan Arjasa, kekurangan air bersih terjadi di empat dusun, yakni Dusun Polai dan Dusun Bendusa di Desa Jatisari serta Dusun Mindi dan Dusun Cobuk di Desa Curahtatal. Terdapat sebanyak 1.153 warga yang tinggal di empat dusun tersebut.

"Kemarin kita sudah distribusi ke Dusun Bandusa sebanyak 5.000 liter. Berikutnya kita akan terus melakukan suplai air bersih sesuai dengan jadwal yang sudah disusun," papar Agus Fauzi.


Menurut Agus Fauzi, sementara ini baru tiga kecamatan tadi yang meminta pengiriman air bersih. Namun beberapa pekan ke depan, dia memperkirakan permintaan pengiriman air bersih akan terus berdatangan dari beberapa kecamatan lain, yang selalu dilanda kekurangan air bersih.

"Dampak kemarau ini biasanya dirasakan pertengahan bulan Agustus atau September nanti. Semua akan kita layani. Karena bagaimana pun air bersih ini menjadi dasar kebutuhan warga," tegas Agus Fauzi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com