detikNews
Senin 22 Juli 2019, 22:43 WIB

Didatangi Ormas, Syukuran HUT PRD di Surabaya Dibatalkan

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Didatangi Ormas, Syukuran HUT PRD di Surabaya Dibatalkan Kegiatan PRD bubar atas desakan dari ormas (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya - Partai Rakyat Demokratik (PRD) Surabaya gagal menggelar syukuran HUT ke-23. Tidak adanya izin polisi serta desakan dari organisasi masyarakat (ormas) memaksa PRD membatalkan gawenya yang digelar di posko mereka di Jalan Bratang Gede 6, Ngagel, Wonokromo.

Ini adalah kegagalan kedua kali PRD di hari ini setelah sebelumnya PRD juga gagal menggelar diskusi politik di sebuah rumah makan di Jalan Gubernur Suryo dengan alasan yang sama.

Ketua Komite Pimpinan Kota (KPK) PRD Surabaya Samirin mengatakan pihaknya sebelumnya ingin mengelar kegiatan di sebuah rumah di Jalan Gubernur Suryo namun gagal. Padahal pihaknya sempat mengajukan surat pemberitahuan. Namun belum ada jawab.

"Hari sabtu kami membuat surat pemberitahuan, tapi belum ada jawaban. Tadi sore yang memiliki tempat (restoran) memutuskan tidak boleh dipakai dengan alasan dari pihak kepolisian melarang karena dikhawatirkan ada penyerangan dari kelompok-kelompok lain," kata Samirin kepada wartawan di Posko PRD Jatim di Bratang Gede 6, Senin(22/7/2019).

Dan di malam ini, tak sempat mengelar acara syukuran HUT dengan tuntas, puluhan anggota PRD menyudahi acara lebih awal. Anggota PRD lalu mencopoti sendiri atribut partai dan banner. Samirin menambahkan pihaknya tidak menginginkan adanya keributan terjadi di Kota Surabaya. Karena itu pihaknya memilih membubarkan diri.

"Posisi kita mundur. Bahkan sampai di rumah kita pun mundur. Bendera-bendera kita copot, kita mengalah biar tidak ada keributan di Surabaya. Karena kita cinta Kota Surabaya, kita lebih baik mengalah," jelas Samirin.


Foto: Deny Prastyo Utomo


Samirin mengaku PRD membawa azaz Pancasila dan mengusung azaz pancasila.

"Di Kongres 2010 azaz kita adalah azaz pancasila. Kita lagi membumikan bahwa pancasila harus menang di bumi pancasila. Kalau dianggap komunis dan sebagainya, itu alasan yang tidak mendasar. Kita sangat pancasila, kita sangat mendukung dan kita bertekad memenangkan pancasila," tandas Samirin.

Dari pantauan detikcom, suasana sempat ramai saat sejumlah ormas mendatangi kantor PRD. Mereka ingin membubarkan kegiatan yang ada di kantor tersebut.

Namun polisi yang berjaga di lokasi bisa mengendalikan niat puluhan anggota ormas tersebut. Dan beruntung tidak ada kejadian yang tidak diinginkan, baik ormas maupun warga sekitar dan juga dari pihak PRD bisa saling menahan diri.

Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya AKBP Asmoro mengatakan kehadiaran polisi di lokasi untuk mengantisipasi kerawanan yang berpotensi terjadi.

"Untuk mengantisipasi situasi yang tidak kondusif. Karena ada resitensi keberadaan PRD, itu saja," kata Asmoro.

Simak Video "Ramai Penolakan Prabowo Temui Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed