detikNews
Senin 22 Juli 2019, 21:07 WIB

Seorang Pria Digerebek Warga Diduga Sedang Menimbun BBM Premium

Charoline Pebrianti - detikNews
Seorang Pria Digerebek Warga Diduga Sedang Menimbun BBM Premium Mobil yang digunakan membeli premiun 3-5 kali ke SPBU (Foto: Istimewa)
Ponorogo - Seorang warga berinisial UH (39) diamankan polisi. Atas laporan warga Desa Madusari, Kecamatan Siman, UH kedapatan menimbun BBM jenis premium.

"Bapak ini sering saya ingatkan supaya tidak membeli premium secara berlebihan," tutur salah satu warga setempat Muh. Yani kepada detikcom, Senin (22/7/2019).

Menurut Yani, UH seringkali membeli premium bolak balik 3-5 kali ke SPBU Dengok dengan menggunakan tangki mobil kijang. Selanjutnya BBM dipindah ke jeriken-jeriken plastik.

"Tiap kali saya ingatkan mandor SPBU katanya suruh membuktikan, makanya ini tadi pas ada yang menimbun langsung saya gerebek," terang dia.

Yani menambahkan dirinya khawatir dengan adanya BBM jenis premium yang langka di Ponorogo digunakan sebagian orang untuk meraup keuntungan. Misalnya ada pengusaha pertamini yang mengoplos premium dengan pertalite tapi dijual dengan harga pertalite.

"Itu kan merugikan konsumen, padahal premium ini kan dijual untuk kepentingan warga bersama bukan untuk keperluan oknum-oknum," tukasnya.

Selain itu, warga sekitar SPBU khawatir kejadian kebakaran akibat warga menimbun BBM terjadi di desa tersebut.

"Apalagi banyak kejadian kan warga yang beli premium seperti ini terus bikin kebakaran," paparnya.


Foto: Istimewa


Sementara itu, UH warga asal Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal mengaku dirinya sengaja membeli premium ke SPBU Dengok sebab hanya di sini yang ada BBM jenis premium.

"Sehari bisa bolak-balik 3 kali, caranya tinggal mengantre terus dikasih sama operator SPBU," tukasnya.

Dalam sehari, UH bisa membeli BBM jenis premium sebanyak Rp 300 ribu dan mendapatkan 46 liter. Dia pun membeli premium dengan menggunakan tangki mobil kijang miliknya bernopol AE 1037 S. Setelah terisi penuh, dia pun berhenti di sekitar SPBU untuk memindahkan premium tersebut ke dalam jeriken-jeriken plastik yang sudah ia siapkan sebelumnya.

"Saya beli ini untuk dijual premium, bukan untuk campuran pertalite atau pertamax," tegas dia.

Atas laporan warga, akhirnya polisi pun menurunkan anggotanya untuk mengecek secara langsung di lokasi. Alhasil, UH pun langsung diamankan untuk dimintai keterangan di kantor polisi.

"Kami mendapat informasi dari warga, di cek ada 1 unit kendaraan jenis kijang super warna merah yang didalamnya ada 4 jeriken berisi BBM jenis premium," kata Kanit Reskrim Polsek Kota Aiptu Heri.

Pihaknya pun mengapresiasi tindakan warga yang mau melaporkan kegiatan yang mencurigakan. Agar warga lain lebih berhati-hati dan kejadian kebakaran tidak terjadi.

"Kalau memang ketahuan bersalah, kita jerat dengan UU Migas No. 22 Tahun 2001 Pasal 53, kendaraan ini peruntukkannya bukan untuk mengangkut BBM. Sanksinya ancaman pidana 4 tahun penjara," pungkas dia.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed