detikNews
Senin 22 Juli 2019, 16:39 WIB

Tiga Hari Ditahan Kejari Trenggalek, Begini Kondisi Bos Media Surabaya

Adhar Muttaqin - detikNews
Tiga Hari Ditahan Kejari Trenggalek, Begini Kondisi Bos Media Surabaya Rutan Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Bos salah satu media di Surabaya, T menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek sejak tiga hari lalu. Tersangka dititipkan ke Rutan Kelas II B Trenggalek, lantas bagaimana kondisinya saat ini?

Humas Rutan Trenggalek, Adi Santosa, mengatakan hingga saat ini tersangka T dalam tahap masa pengenalan lingkungan (mapenaling) sehingga yang bersangkutan masih di tempatkan dalam sel khusus untuk tahap penyesuaian.

"Mapenaling kami lakukan selama kurang lebih tujuh hari. Setelah itu baru kami pindah ke blok bersaama warga binaan yang lain," kata Adi Santosa saat dikonfirmasi, Senin (22/7/2019).


Selama tiga hari kondisi T dinilai cukup sehat dan tidak mengeluh sakit kepada petugas rutan. Meski demikian pihaknya mengakui bos media tersebut masih terlihat syok, sehingga butuh proses penyesuaian saat di dalam rutan.

"Karena merupakan tahanan titipan dari kejaksaan, maka kami juga intens dalam melakukan pemantauan, terlebih dia mengkonsumsi obat. Makanya sejak masuk itu kami pantau dia rutin apa tidak minumnya, biasanya kalau ada masalah kami akan langsung hubungi kejaksaan," ujarnya.

Rencananya dalam pekan ini, tersangka dugaan korupsi penyelewenangan penyertaan modal percetakan PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) akan menjalani cek kesehatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek sesuai dengan rekomendasi dokter.


Sebelumnya Kepala Kejari Trenggalek, Lulus Mustofa mengakui, kondisi kesehatan T sempat drop saat hendak dilakukan penahanan empat hari lalu. Sehingga T harus menjalani tes kesehatan perawatan selama sehari.

Kejari Trenggalek menahan T, selaku pimpinan PT Surabaya Sore sekaligus Direktur Utama PT BGS dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal dari PDAU Pemkab Trenggalek senilai Rp 8,9 miliar.

Dalam perkara itu T diberikan kewenangan untuk melakukan pengadaan mesin cetak senilai Rp 5,95 miliar. Namun mesin yang dibeli merupakan barang rekondisi yang tidak bisa dioperasikan dengan baik, bahkan apabila digunakan untuk mencetak, tulisan dan gambarnya tercetak dobel.


Saat ini percetakan milik Pemkab Trenggalek tersebut mangkrak dan tidak dapat dijalankan sama sekali.



Simak Juga 'Kejari Trenggalek Tahan Bos Media Surabaya':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com