detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 21:28 WIB

Ritual Fang Sheng, Ribuan Anak Penyu Dilepasliarkan ke Selat Bali

Ardian Fanani - detikNews
Ritual Fang Sheng, Ribuan Anak Penyu Dilepasliarkan ke Selat Bali Ribuan umat yang mengikuti ritual melepas anak penyu/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Ribuan orang berkumpul di pinggir Pantai Ketapang Indah, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Mereka merupakan umat Tri Dharma dan Budha yang menggelar ritual Fang Sheng dengan melepas anak penyu (Tukik).

Tak hanya itu, ajang ini juga merupakan perayaan ulang tahun yayasan nirlaba yang peduli dengan konservasi penyu, Banyuwangi Sea Turle Foundation (BSTF). Mereka berjajar di pinggir pantai sambil memegang mangkok yang isinya tukik yang siap dilepasliarkan di Selat Bali. Secara serentak, mereka menjungkirkan mangkok untuk melepaskan tukik tersebut. Terlihat beberapa dari mereka berdoa dan tidak lupa memberikan nama kepada tukik yang dilepaskan itu.

Pelepasan penyu yang dilakukan sekumpulan orang tersebut dalam Buddha Dharma (ajaran Buddha) disebut sebagai Fang Sheng. Fang Sheng berasal dari bahasa Mandarin, yang mana Fang berarti melepas dan Sheng menunjuk pada makhluk hidup.

"Fang Sheng memiliki pengertiannya melepaskan makhluk hidup ke habitatnya masing-masing agar mereka mereguk kembali kehidupan alam yang bebas dan bahagia," ujar Hadi Santoso salah satu umat Tri Dharma Rogojampi kepada detikcom, Minggu (21/7/2019).


Fang Sheng, kata Hadi, tak hanya melepas tukik, namun juga makhluk hidup lainnya seperti burung, ikan dan binatang lainnya. "Kita diajari berlatih kasih dan kebaikan yang harapannya bisa diterapkan sehari hari," tambahnya.

Sementara itu, Bante dari Vihara Darma Harja Banyuwangi Teja Punyo Mahatera mengatakan, Fang Sheng memiliki filosofi saling tolong menolong dalam kehidupan manusia. Setiap mahkluk hidup pasti merasakan penderitaan. Untuk menghapus penderitaan itu, diperlukan pertolongan makhluk lain.
Anak penyu yang siap dilepas/Anak penyu yang siap dilepas/ Foto: Ardian Fanani
"Sama seperti halnya kehidupan manusia memerlukan bantuan orang lain. Makhluk hidup pun sama juga membutuhkan pertolongan. Seperti penyu itu kan terancam punah dan itu membutuhkan makhluk yang melindungi yakni manusia," ujarnya.

Semangat Fang Sheng Buddha Dharma adalah ajaran yang sangat menghargai kehidupan. Setiap makhluk hidup (sekecil apapun) adalah sama berharganya dengan diri kita. Buddha Dharma mengajarkan bahwa tidak ada seorangpun yang berhak mengakhiri kehidupan makhluk lain dengan alasan apapun.


"Siapapun yang peduli mahkluk lain dan membantu orang lain sama saja mengasihi diri sendiri menciptakan kedamaian dan kebahagiaan," ujar pria yang juga wakil pembina biksu di wilayah Jatim Sanggar terawati Indonesia ini.

Sementara itu, Pembina BSTF Banyuwangi, Wiyanto Haditanojo mengatakan, Fang Shen masal ini dilakukan berbarengan dengan ulang tahun ke 8 BSTF Banyuwangi. Sebanyak 1250 ekor tukik dilepasliarkan di Selat Bali. Jenis penyu yang dilepasliarkan merupakan penyu lekang, penyu khas yang habitatnya kebanyakan berada di Selat Bali.

"Kita ajak umat Tri Dharma dan Budha ikut serta dalam ajang ini. Mereka memiliki ritual yang tujuannya sama dengan kamu yakni melestarikan makhluk hidup khususnya penyu," tambahnya.

Sebelum pelepasliaran tukik, umat Tri Dharma dan Budha menggelar doa bersama di pinggir pantai. Mereka mendoakan ribuan tukik itu akan selamat dan bahagia melanjutkan hidup di alam bebas. Tak hanya umat Tri Dharma dan Budha, beberapa wisatawan asing juga ikut serta dalam ajang ini. Mereka membaur dengan masyarakat ikut melepasliarkan tukik di Selat Bali. Acara juga dimeriahkan dengan kesenian Barongsai dan Liang Liong, yang juga menyertai acara hingga tuntas.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed