detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 07:49 WIB

NU dan PDIP Jatim Sepakat Lawan Radikalisme dan Perkuat Ekonomi Umat

Suki Nurhalim - detikNews
NU dan PDIP Jatim Sepakat Lawan Radikalisme dan Perkuat Ekonomi Umat Silaturahmi PDIP dan PWNU Jatim/Foto: Istimewa
Surabaya - Jajaran DPD PDIP Jatim bersilaturahim dengan Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di kantor PWNU, Sabtu (20/7). Mereka membahas berbagai hal strategis yang bisa dikolaborasikan bersama ke depan.

Dari NU, hadir Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Manshur, Wakil Rais Syuriah KH Anwar Iskandar, Ketua Tanfidziyah KH Marzuki Mustamar dan Sekretaris Prof Akh Muzakki. Sedangkan dari PDIP Jatim hadir Ketua PDIP Jatim Kusnadi, Sekretaris Sri Untari, Wakil Ketua Sonny T. Danaparamita, Wakil Sekretaris SW Nugroho dan sejumlah pengurus lainnya.

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Iskandar mengatakan, antara NU dan PDIP Jatim sebenarnya mempunyai agenda perjuangan yang sama. Terutama dalam dua hal.

Pertama menjaga keindonesiaan. "Harus sama-sama bisa menangkal radikalisme," kata kiai sepuh pengasuh Ponpes Al-Amin Kediri tersebut.

Agenda kedua yakni memperkuat ekonomi umat. Anggota NU dan PDIP sejatinya mempunyai irisan yang sama. Yaitu mayoritas berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah atau kaum mustadh'afin.


"Sehingga ke depan perlu program-program pemberdayaan ekonomi umat," ujarnya.

Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar menambahkan, saat ini dua hal tersebut yakni menangkal radikalisme dan peningkatan ekonomi umat, adalah agenda yang harus diperjuangkan bersama. PDIP Jatim adalah mitra strategis bagi NU untuk memperjuangkan dua agenda kebangsaan tersebut.

"Sekarang ini penyebaran radikalisme cukup masif. Lewat media sosial, lembaga pendidikan, bahkan merambah birokrasi. Tentu kita harus sama-sama menjaga NKRI. NU dan PDIP satu frekuensi untuk menjaga keindonesiaan," kata pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Malang itu.

Dia menambahkan, relasi NU dan kaum nasionalis sudah terentang panjang, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka.

"Dalam mengambil keputusan atau menyikapi suatu fenomena, Bung Karno kerap sowan ke para ulama, kepada Mbah Hasyim Asyari (pendiri NU). Relasi religius nasionalis, nasionalis religius ini harus terus dipupuk untuk menjaga dan menyejahterakan bangsa," ujarnya.

"Bahkan kalau dibutuhkan, kepengurusan PDIP bisa dari sosok-sosok NU," imbuhnya.


Sementara itu, Ketua PDIP Jatim Kusnadi mengatakan, silaturahim ini adalah bagian upaya memperkuat jalinan kebangsaan dengan seluruh elemen yang selama ini selalu setia menjaga NKRI dan kebhinnekaan.

"Kebersatuan antara PDIP, NU, dan berbagai elemen lainnya adalah kunci bagi tegaknya keindonesiaan. Kita sepakat dua agenda besar yang akan kita perjuangkan, yaitu melawan radikalisme dan intoleransi serta memperkuat ekonomi wong cilik," papar wakil ketua DPRD Jatim tersebut.

PDIP, sambung Kusnadi, memperjuangkan dua agenda itu lewat kerja-kerja kader partai di legislatif maupun eksekutif. "Serta tentu lewat agenda kepartaian hingga ke kampung-kampung," ujarnya.

"Setelah sowan ke kiai-kiai NU, kami melanjutkan agenda silaturahim kebangsaan ini ke elemen masyarakat lainnya. Kita bersama terus meningkatkan kualitas peradaban Indonesia," pungkas Kusnadi.


Simak Video "Waspada! Radikalisme Incar Kader Profesional di Kampus"

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com