detikNews
Sabtu 20 Juli 2019, 20:23 WIB

Ini Klarifikasi Lengkap Profesor yang Ceramahi Polantas Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Ini Klarifikasi Lengkap Profesor yang Ceramahi Polantas Surabaya Prof Sudjijono/Foto: Istimewa
Surabaya - Meski aksinya menceramahi Polantas Surabaya mendapat tanggapan positif, Sudjijono mengaku tidak enak dengan pihak kepolisian lalu lintas. Karena alasan itu, ia kemudian membuat klarifikasi dan meminta maaf.

"Sudah klarifikasi. Jadi kejadian sudah bulan Maret yang lalu. Kalau tanggapan netizen positif sekali tapi kan saya nggak enak dengan lembaga" kata Sudjijono kepada detikcom, Sabtu (20/7/2019).


Dalam rilisnya, Sudjijono menuliskan 7 poin yang memuat kronologi kejadian tersebut. Selain itu, Sudjijono juga meminta maaf kepada petugas Polantas yang waktu itu ia ceramahi.

Sebelumnya, video seorang yang mengaku profesor menceramahi Polisi Lalu Lintas (Polantas) viral di media sosial. Aksi 'profesor ceramahi Polantas' berlangsung sebelum Ramadhan atau sekitar April lalu di sebuah putaran balik simpang empat Jemur Andayani, Surabaya.


Video berdurasi 1,44 menit itu diunggah akun twitter Aira Afni Amalia. Hingga saat ini, video tersebut sudah saksikan 813 ribu netizen. Video yang diunggah Selasa (16/7) itu disukai lebih dari 19 ribu akun dan di-retweets lebih dari 13 ribu kali.

Berikut isi klarifikasi yang diterima detikcom dari Sudjijono:

Assalamualaikum Wr.Wb.
Yth. Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Saudara-saudaraku yang dirachmati Alloh SWT.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas viralnya vidio diri saya dan anggota Polantas yang diviralkan oleh orang. Oleh karena sudah terlanjur viral, maka dalam kesempatan ini saya mohon maaf dan saya klarifikasi, sbb:

1. Anggota Polantas yang berdinas di tikungan tersebut berpersepsi, bahwa rambu-rambu tesebut dilarang/tidak boleh putar balik, sehingga pengendara kendaraan yang putar balik di tindak dan ditangkap dst.......

2. Telah terjadi 2 (dua) kali menimpa diri saya:
1) terjadi sekitar bl. Januari 2019, dan saya pahamkan dapat direrima dengan baik. Selesai.
2) Pada bulan Maret 2019 terjadi lagi dan melakukan tindakan represif terhadap beberapa kendaraan yang melaju didepan saya yang juga putar balik termasuk diri saya. Putar balik yang dilakukan mengikuti isyarat lampu bersama-sama Roda-2. Pada saat itu saya turun dan diskusi masalah alasan mengapa ditangkap dan tidak ada alasan, maka kemudian bersama-sama menuju rambu-rambu yang terpasang dan terjadi seperti vidio yang diviralkan orang tersebut.

3. Putaran tersebut akses terdekat yang saya lalui ketika berakifitas pagi maupun sore.

4. Kejadian tersebut sekitar bl. Maret 2019 yang sudah 5 (lima) bulan yang lalu, namun indikasi viral di bulan Juli 2019.

5. Saya pribadi tidak bangga dan tidak nyaman atas adanya kejadian tersebut terlebih kejadian tersebut diviralkan orang yang menjadi konsumsi publik khususnya warganet. Padahal diskusi hanya pribadi saya dengan oknum anggota LL yang bersangkutan yang semata-mata bermaksud memberikan pemahaman atas terjadinya perbedaan persepsi sekalipun terkesan agak keras, karena pengaruh situasi.

6. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga kejadian ini menjadi pembelajaran dan pengalaman bagi kita semua dan masyarakat.

7. Mohon dengan hormat vidio yang telah viral jangan diperpanjang lagi yang menjadikan labih tidak nyaman bagi diri saya.

8. Sekian dan terimakasih.

Wabillahitaufig wal hidayah Wassalamualaikum Wr.Wb.

Salam hormat
Sadjijono
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed