detikNews
Sabtu 20 Juli 2019, 18:04 WIB

Profesor yang Ceramahi Polantas Surabaya Akui Saat Itu Sempat Emosi

Amir Baihaqi - detikNews
Profesor yang Ceramahi Polantas Surabaya Akui Saat Itu Sempat Emosi Saat Sudjijono ceramahi Polantas/Foto: Tangkapan Layar
Surabaya - Pria yang menceramahi Polantas Surabaya seperti dalam sebuah video viral di media sosial bernama Sudjijono. Ia mengakui saat itu terlanjur emosi.

"Benar itu saya (dalam video), tapi saya sudah klarifikasi. Jadi kejadian itu bulan Maret yang lalu," kata Sudjijono saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/7/2019).

Sudjijono menuturkan, waktu itu dirinya memang sempat emosi karena sudah tiga kali setiap lewat simpang Jemur Andayani selalu dicegat petugas Polantas. Padahal dalam rambu dan plang tersebut menunjukkan tidak ada larangan kendaraan R4 putar balik.

Kala itu, di bawah plang putar balik terdapat tulisan 'R2 Putar Kembali Ikuti Isyarat Lampu'. Yang kemudian ia artikan bahwa hanya kendaraan roda dua yang harus mengikuti isyarat lampu. Kini tulis tersebut diganti menjadi 'Khusus Roda 2 & Ikuti Isyarat Lampu'. Yang artinya hanya kendaraan roda dua yang boleh putar balik. Itu pun harus mengikuti isyarat lampu.

"Terus terang saja waktu itu saya sudah emosi. Petugas waktu saya pahamkan. Dan itu sudah ketiga kali. Yang pertama itu saya kesusu (terburu) dicegat (Polantas) saya bilang langsung 'hei saya anggota' 'oh siap' terus saja," tutur Sudjijono.


Yang kedua saya turun tak ingatkan 'Mas itu kenapa kok dicegat?' Itu katanya (petugas) ada rambu larangan. Itu menurut saya bukan rambu larangan itu boleh putar. Saya bilang lagi itu nanti sampaikan ke pimpinan itu boleh putar. Oh siap ngerti dia (petugas)," tambah Sudjijono.

Nah, pada saat ketiga kalinya lewat Sudjijono dan dua kendaraan lain di depannya kembali dicegat. Sudjijono kembali turun dan menanyakan pencegatan itu dan menceramahi petugas Polantas seperti dalam video yang viral.

"Yang terakhir itu bulan Maret di depan saya ada dua mobil dicegat juga. Saya turun saya pahamkan ini kan bukan larangan. Saya bilang ini kenapa kok dicegati semua ada apa? Kata petugas melanggar rambu-rambu. Lah saya tanya rambu yang mana. Katanya rambu dilarang putar. Kalau menurut saya itu boleh putar," tegas Sudjijono.

"Nah makanya di dalam video saya berjalan duluan kan. Polisinya di belakang saya kan. Karena tak ajak melihat rambu itu. Baru kemudian saya terangkan itu (seperti di video) gitu," lanjutnya.


Menurut Sudjijono, pada waktu itu, dirinya memang belum sempat ditilang oleh petugas polantas. Namun melihat dua mobil di depannya yang diperiksa membuat dirinya harus turun dan menjelaskan kepada petugas.

"Saya belum ditilang. Tapi seandainya tidak turun menjelaskan pasti saya juga ditilang. Wong depan saya sudah diperiksa semua sama petugas. Jadi di depan saya ada dua kendaraan dan mobil saya di barisan ketiga (saat akan putar balik)," pungkasnya.

Sebelumnya, video seorang yang mengaku profesor menceramahi Polisi Lalu Lintas (Polantas) viral di media sosial. Aksi 'profesor ceramahi Polantas' berlangsung sebelum Ramadhan atau sekitar April lalu di sebuah putaran balik simpang empat Jemur Andayani, Surabaya.

Video berdurasi 1,44 menit itu diunggah akun twitter Aira Afni Amalia. Hingga saat ini, video tersebut sudah saksikan 813 ribu netizen. Video yang diunggah Selasa (16/7) itu disukai lebih dari 19 ribu akun dan di-retweets lebih dari 13 ribu kali.



Simak Juga 'Viral Polantas Surabaya Diceramahi Profesor soal Rambu Lalin':

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com