detikNews
Sabtu 20 Juli 2019, 15:54 WIB

Tujuh Parpol Sepakat Perubahan Pilkada 2020 di Jember

Yakub Mulyono - detikNews
Tujuh Parpol Sepakat Perubahan Pilkada 2020 di Jember 7 Parpol di Jember Sepakat Perubahan/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Tujuh partai yang memiliki kursi di DPRD Jember sepakat adanya perubahan kepemimpinan dalam Pilkada 2020 mendatang. Kesepakatan ini diwujudkan dalam wadah Kaukus Perubahan Menuju Jember Lebih Baik.

Ketujuh partai terdiri atas PPP, PKS, PAN, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Perindo dan Partai Berkarya.

Dari hasil pemilu April lalu, total perolehan kursi 7 partai ini mencapai 20 kursi dari 50 kursi yang ada di DPRD Jember. Jumlah yang lebih dari cukup untuk mengusung calon kepala daerah, syarat minimalnya adalah 10 kursi.

"Kita ingin Jember lebih baik dari hari kemarin. Agar supaya Jember menjadi masyarakat yang sejahtera dan mandiri yang sesuai harapan kita semua," kata Ketua DPC PPP Jember HM. Madini Farouq saat dikonfirmasi, Sabtu (20/7/2019).

Menurut pria yang karib disapa Gus Mamak ini, Jember yang lebih baik maksudnya adalah lebih baik dari apa yang dirasakan sekarang. Sebab selama ini banyak keluhan dari masyarakat dengan kondisi yang ada sekarang ini.


"Keluhan dari sisi ekonomi dan pelayanan publik. Juga bidang pendidikan dan pariwisata. Kalau kita melihat kabupaten sekitar Jember ini, kita sudah ketinggalan satu langkah, atau bahkan beberapa langkah. Jember ini sekarang sangat jauh tertinggal," terangnya.

Dari situlah, lanjut dia, 7 partai ini sepakat bahwa harus ada perubahan dalam rangka menuju Jember yang lebih baik. Ini merupakan hasil komunikasi dan diskusi yang sudah dibangun sejak bulan puasa lalu.

"Jadi selain tadarus Al Quran, kita juga tadarus tentang situasi dan kondisi Jember. Dari situ ada kesamaan visi di dalam membangun Jember ke depan. Bahkan PKS sudah mengeluarkan tagar 2020 Ganti Bupati. Kalau Demokrat 2020 Bupati Baru," kata Gus Mamak.

Hal senada diungkapkan Sekretaris DPD PKS Jember Nurhasan. Menurut dia, PKS yang dalam pileg April lalu memperoleh 6 kursi di parlemen, sejak awal sudah menggaungkan ganti bupati.

"Ini merupakan hasil evaluasi kami dari 4 tahun kepemimpinan bupati yang sekarang. Hasilnya, kami di PKS sepakat untuk pilkada mendatang ganti bupati," tegasnya.


Demikian halnya Partai Berkarya. Pendatang baru yang berhasil menempatkan satu wakilnya di kursi DPRD Jember ini, telah menentukan sikap akan bergabung dengan partai yang mengusung wajah baru dalam pilkada mendatang.

"Kita ingin bupati yang baru, bukan yang sekarang," tegas ketua DPC Partai Berkarya Jember, Firdaus.

Sementara Ketua PAN Jember, Lilik Niamah mengatakan, kerjasama 7 partai ini akan diawali di tingkat legislatif. Anggota dewan yang akan dilantik 21 Agustus nanti akan intens melakukan komunikasi dan berposisi sebagai penyeimbang yang kritis terhadap pemerintah. Namun apakah nantinya 7 partai ini akan tergabung dalam fraksi yang sama, masih belum diputuskan.

"Politik itu kan dinamis, yang penting kita sudah memiliki visi dan misi yang sama sekarang ini, yakni perubahan untuk Jember yang lebih baik," ujar perempuan berhijab ini diplomatis.

Tentang siapa sosok yang akan diusung dalam pilkada, menurut Lilik, Kaukus Perubahan belum menentukan. Sebab 7 partai ini lebih dulu akan menyepakati kriteria seperti apa calon yang akan diusung.

"Kita tentukan dulu kriterianya. Nah dari situlah kita bisa tentukan siapa yang masuk dalam kriteria. Semua tentu berpeluang," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com