detikNews
Sabtu 20 Juli 2019, 14:54 WIB

Situs Candi Patakan, Wihara Zaman Airlangga yang Runtuh Karena Gempa?

Eko Sudjarwo - detikNews
Situs Candi Patakan, Wihara Zaman Airlangga yang Runtuh Karena Gempa? Proses ekskavasi tahap ketiga di Situs Candi Patakan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Selain menemukan bangunan baru yang diduga stupa, proses ekskavasi tahap ketiga di Situs Candi Patakan juga mengalami perluasan galian. Kini bangunan utama tampak lebih jelas berbentuk persegi dengan panjang 18,88 meter dan lebar 13,55 meter.

Pemerhati Budaya Lamongan Supriyo yang turut serta dalam proses ekskavasi mengatakan, hingga kini belum ada temuan lagi. Selain temuan bangunan yang diduga stupa yang berada di sebelah bangunan utama.

Menurutnya, proses yang saat ini sedang berlangsung yakni perluasan galian sekitar bangunan utama. "Temuan baru lagi belum ada, tapi ada perluasan galian di sekitar bangunan utama," kata Supriyo dalam perbincangannya dengan detikcom, Sabtu (20/7/2019).


Ia menambahkan, perluasan galian di sekitar bangunan utama mengikuti pola grid bangunan utama. Yakni 2x2 meter dari grid atau bangunan yang sudah terbuka.

Tambahan grid itu, lanjut Priyo, 2x2 meter di sisi timur utara dan 2x2 meter di sisi utara. Selain itu, 2x2 meter lagi di 2 titik lokasi bagian barat dan 2 titik bagian timur.

"Perluasan grid selebar 2x2 meter ini tidak di semua titik. Hanya beberapa saja yang terindikasi ada sisa struktur bangunan," kata Priyo yang pertama kali menemukan struktur bangunan candi di Situs Patakan.


Dari ekskavasi lanjutan ini, diketahui luas bangunan utama berbentuk persegi dengan panjang 18,88 meter dan lebar 13,55 meter. Dengan bentuk persegi, dugaan bangunan ini adalah tempat ibadah berupa wihara yang dibangun pada masa muda Airlangga sekitar abad 10 atau 11.

"Dari temuan di lapangan dan struktur bangunan, dimungkinkan ini adalah bangunan tempat ibadah yang rusak karena gempa. Kerusakan akibat gempa ini terlihat runtuhannya bangunan," kata arkeolog BPCB Trowulan Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho ketika proses ekskavasi.

Sebelumnya, pada tahap kedua ekskavasi pada 2018 lalu, BPCB berhasil menemukan bangunan utama dan juga bangunan-bangunan pendukung lainnya. Dari temuan ini, kata Wicaksono, BPCB memperkirakan lokasi temuan tersebut merupakan kompleks rumah ibadah berupa Wihara.

Situs Patakan sendiri pertama kali dilakukan ekskavasi oleh BPCB Trowulan pada medio 2013. Sementara proses ekskavasi tahap ketiga yang sudah berlangsung sejak 3 Juli lalu hingga kini masih berlangsung dan dijadwalkan selesai pada 25 Juli mendatang.



Tonton video Ekskavasi Total Situs Patakan Butuh Biaya Hingga Rp 500 Juta:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com