detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 20:19 WIB

Kejari Trenggalek Tahan Bos Media Surabaya

Adhar Muttaqin - detikNews
Kejari Trenggalek Tahan Bos Media Surabaya Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek menahan tersangka dugaan korupsi penyelewengan penyertaan modal percetakan PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) milik Pemkab Trenggalek.

Tersangka T dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Trenggalek dari tempat perawatan sebelumnya di RSUD dr Soedomo Trenggalek pada pukul 19.00 WIB dengan dibawa minibus Nissan Evalia milik kejaksaan. Dengan pengawalan petugas Kejari Trenggalek pemilik PT Surabaya Pagi tersebut langsung digelandang ke dalam rutan.

Pengusaha media ini tidak mengucapkan sepatah katapun saat ditanya sejumlah wartawan yang telah menunggu di depan Rutan Trenggalek. T yang mengenakan baju putih dan berjaket hitam langsung mengikuti tim kejaksaan untuk masuk ke dalam rumah tahanan.

"Kami tahan selama 20 hari ke depan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Lulus Mustofa, Jumat (19/7/2019)


Menurutnya penahanan ini dilakukan setelah pihaknya mendapatkan kepastian tentang kondisi tersangka dari dokter rumah sakit. Dari observasi dan pemeriksaan kesehatan tersangka dinyatakan dalam kondisi stabil dan tidak perlu dilakukan rawat inap.

Sebelum ditahan tersangka dugaan korupsi ini sempat menjalani pemeriksaan secara maraton pada Kamis kemarin. Saat itu kejaksaan berencana langsung melakukan penahanan namun tersangka meminta dilakukan cek kesehatan. Sehingga penyidik kejaksaan membawa tersangka ke RSUD Trenggalek guna dilakukan pemeriksaan dan perawatan medis.

"Sesuai dengan prosedur memang perlu dilakukan tes kesehatan, rupanya pendapat dari tim dokter harus dirawat, karena yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan gula darahnya tinggi," ujarnya.


dalam kasus ini tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan minimal empat tahun, dengan denda paling sedikit Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

Lulus menjelaskan, dalam perkara ini T bertindak sebagai pimpinan PT Surabaya Sore sekaligus Direktur Utama percetakan PT Bangkit Grafika Sejahtera (bentukan PT Surabaya Sore dengan PDAU Pemkab Trenggalek). Ia diduga telah melakukan tindak penyelewenangan, karena dari total kesepakatan penyertaan modal dasar Rp 8,9 miliar yang bersangkutan tidak melakukan penyetoran modal yang diwajibkan senilai Rp 1,7 miliar atau 20 persen saham.

Dalam perjalanannya, uang modal yang didapat dari PDAU sebesar Rp 7,1 miliar, Rp 5,9 miliar diantaranya ditransfer ke rekening T untuk membeli mesin percetakan. Namun kenyataannya mesin yang dibeli justru merupakan barang rekondisi yang akhirnya rusak.

Lulus menambahkan, dalam rangkaian perkara penyertaan modal ke percetakan PT BGS, Kejaksaan Negeri Trenggalek telah menyeret tiga tersangka lain, yakni anggota DPRD Trenggalek Sukaji, PNS Pemkab Trenggalek Mohammad Fatkhur Rohman serta Mantan Bupati periode 2005-2010 Soeharto.





Tonton Video Uang Rp 36 M Terkait Dugaan Korupsi di Sabang Dikembalikan Tunai!

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com