detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 19:51 WIB

Kantor Dibobol Orang Dalam, Ini Kata Ketua DPD Berkarya Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kantor Dibobol Orang Dalam, Ini Kata Ketua DPD Berkarya Surabaya Kantor DPD Partai Berkarya Kota Surabaya/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Dua pelaku pembobolan Kantor DPD Partai Berkarya Kota Surabaya telah diamankan pihak kepolisian. Dari pengakuan pelaku, aksi pembobolan dilakukan jelang Hari Raya Idul Fitri.

Ketua DPD Partai Berkarya Kota Surabaya Usman Hakim mengaku baru mengetahui aksi pembobolan tersebut pada Kamis (18/7). Yakni setelah mengetahui berkas-berkas penting milik partai raib. Pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian.

"Dari pengakuan pelaku, (pembobolan) dilakukan jelang Hari Raya Idul Fitri. Baru kemarin saya mengetahuinya. Bahkan saat bulan puasa saya bersama pengurus juga buka bersama," kata Usman Hakim, Jumat (19/7/2019).

Hakim juga menyampaikan bahwa dirinya ikut dalam penangkapan pelaku bersama petugas. Pelaku mengaku melakukan pembobolan lantaran membutuhkan uang untuk Lebaran.


"Alasannya jelang hari raya mereka tidak memegang duit," imbuh Hakim.

Kedua pelaku pembobolan yakni Supriyadi dan Ridwan. Mereka tidak lain adalah penjaga Kantor DPD Partai Berkarya yang ada di Jalan Kutisari 54-55 Surabaya.

Hakim membenarkan jika keduanya tidak mendapatkan gaji. Menurutnya dalam partai tidak ada aturan penggajian terlebih Berkarya merupakan partai baru.

"Ya ndak ada gaji. Kalau di partai nggak dapat gaji. Partai kita kan masih merangkak. Jadi relawan-relawan. Kalau secara sukarela kemarin pada waktu pencalegan ya lebih-lebih ada yang dua ratus ribu, ada yang seratus ribu, jadi sukarela," terang Hakim.


Hakim juga membenarkan beberapa dokumen penting yang hilang. Menurutnya dokumen yang tersimpan di mejanya itu akan dipakai saat pencalonan wali kota.

"Iya benar. Kata pelaku disimpan di Kantor DPD. Tapi belum ketemu," tambah Hakim.

Hakim juga tidak menutup kemungkinan jika itu merupakan tindakan sabotase untuk mencegat dirinya dalam pencalonan wali kota lewat jalur independen. "Ya memungkinkan dugaan itu, sebab sebuah dokumen mulai ijazah, akte, rekening, sertifikat semuanya ada di dalam meja saya dalam keadaan terkunci, tapi dibobol. Ya mungkin disabotase. wallahualam," lanjut Hakim.

Intinya, Hakim menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. "Kita serahkan semuanya kepada pihak yang berwajib. Inikan cobaan ya. Semuanya kita ambil hikmahnya," pungkas Hakim.





Tonton Video Rumah Daniel Sturidge Dibobol, Anjingnya Raib:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com