detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 18:40 WIB

Kata Fraksi dan Dewan Soal 2 Anggota DPRD Surabaya Ditahan Kasus Jasmas

Amir Baihaqi - detikNews
Kata Fraksi dan Dewan Soal 2 Anggota DPRD Surabaya Ditahan Kasus Jasmas Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya Sutadi/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Kasus jaring masyarakat (Jasmas) telah menyeret dua anggota DPRD Surabaya. Lalu bagaimana tanggapan pimpinan fraksi dan dewan menyikapi kasus tersebut?

Dua anggota dewan yang telah ditetapkan menjadi tersangka yakni Sugito dari Partai Hanura dan H Darmawan (Aden) dari Gerindra. Saat ini keduanya telah ditahan Kejari Tanjung Perak.

Pimpinan Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya Sutadi menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi pada anggota dari partainya yang terlibat kasus pidana. Bahkan menurutnya, sanksi pemecatan akan dikenakan jika yang bersangkutan terbukti bersalah dalam persidangan.

"Kalau untuk citra partai, partai punya aturan tegas. Yaitu siapapun mulai DPR RI maupun maupun kader-kader Gerindra yang berada di eksekutif sampai DPRD Kota itu yang melakukan tindak pidana khususnya korupsi dan narkoba itu pasti disanksi," kata Sutadi, Jumat (19/7/2019).


"Sanksinya pastinya diproses, dipecat itu pasti. Untuk kasus Pak Aden, itu kita sudah menanyakan sejak awal baik di fraksi maupun di partai. Dan yang bersangkutan memastikan dirinya tidak bermasalah," imbuh Sutadi.

Menurut Sutadi, meskipun pada faktanya Aden tersandung kasus korupsi, keputusan pemecatan dari partai merupakan wewenang dari pengurus pusat. Dan itu pun jika sudah ada kekuatan hukum tetap dari pengadilan.

"Bahwa hari ini faktanya itu ditahan ini proses hukum. Kami tidak bisa berbuat lebih tentu saja kecuali melaporkan ke DPD dan DPP. Ini sudah yang saya lakukan dan keputusan pemecatan itu ada di DPP. Intinya itu," terang Sutadi.


"Itulah bagian dari menjaga citra. Jadi Gerindra tidak akan melindungi anggotanya yang nyata-nyata sudah melakukan tindak pidana," terang Sutadi.

"Jadi kami anggota dewan dan calon anggota dewan selalu diundang ke Hambalang ke kediaman Pak Prabowo. Kami diancam jangan sampai kalian menjadi maling. Jangan sampai kalian menjadi korup, jangan sampai kalian kena masalah narkoba. Kalau kena jangan minta ampun. Sudah pasti akan ditindak. Tentu ini jadi pedoman bagi level DPC Surabaya juga," lanjutnya.

Secara terpisah, ketua DPRD Kota Surabaya Armuji mengatakan banyaknya anggota dewan yang ditangkap tidak akan mengganggu kinerja di parlemen. Menurutnya sampai saat ini masih berjalan normal seperti biasanya.

"Kinerja di DPRD Surabaya tidak terganggu. Tetap berjalan normal seperti biasanya," kata Armuji.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com