detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 14:58 WIB

Penampakan Limbah Abu yang Bakar Tangan dan Kaki Bocah SD di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Penampakan Limbah Abu yang Bakar Tangan dan Kaki Bocah SD di Mojokerto Kakak kandung Nizam tunjukkan timbunan limbah abu/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Tangan dan kaki seorang bocah SD di Mojokerto terbakar akibat terperosok dalam limbah abu. Limbah tersebut dibuang sembarangan di tepi jalan desa.

Timbunan limbah abu yang membakar Nizam Dwi Pramana (8) terletak di tepi jalan Dusun Kedungbulus, Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto. Jalan cor itu menuju ke areal persawahan. Jarak timbunan abu hanya sekitar 100 meter dari rumah Nizam.

Berbeda dengan limbah batubara berwarna hitam, limbah abu ini berwarna abu-abu mirip pasir. Abu ini tidak berbau. Detikcom mencoba mencelupkan jari hingga kedalaman sekitar 10 cm, sudah tidak terasa panas. Sebuah pohon mangga pada timbunan abu juga terlihat tumbuh subur.

"Di sini lokasinya adik saya terbakar," kata kakak kandung Nizam, Firdausi Rahmawati (13) kepada detikcom di lokasi timbunan limbah abu, Jumat (19/7/2019).

Saat kejadian, lanjut Rahmawati, Nizam dijemput teman sebayanya, Riski untuk bermain. Bocah kelas 2 SDN Watesprojo itu pergi dari rumahnya menggunakan sepeda angin.

Sampai di lokasi, Nizam melihat sebuah botol bekas air mineral di atas timbunan limbah abu. Korban pun memgambil botol yang akan digunakan untuk mainan.


"Saat mengambil botol itu adik saya terperosok ke dalam abu ini. Kaki dan tangannya terbakar," ujar Rahmawati.

Saat itu, lanjut dia, limbah abu tersebut membara bagian dalamnya. Sehingga kedua tangan dan kaki Nizam terbakar. Saking panasnya, sandal pada kaki kiri korban ikut meleleh.

"Tangan dan kakinya melepuh. Adik menangis karena sakit dan panas," terangnya.

Polisi telah melakukan pengecekan ke timbunan limbah abu tempat Nizam terbakar. Namun, petugas belum mendapatkan informasi oknum yang membuang limbah abu tersebut.

Selain itu, petugas juga meminta keterangan dari keluarga korban di RSUD RA Basuni. Karena selama ini pihak keluarga tak berani melapor ke polisi.

"Masih kami selidiki penyebab korban bisa terbakar di lokasi timbunan abu tersebut," tandas Kapolsek Kemlagi AKP Eddie Purwo Santoso.

Nizam kini menjalani perawatan di RSUD RA Basuni, Kecamatan Gedeg, Mojokerto. Pergelangan kaki kiri korban baru saja dioperasi.

Keluarga korban bingung membayar utang untuk biaya pengobatan sebelum masuk ke rumah sakit. Nenek Nizam Suparmi (50) mengaku utang ke tetangganya Rp 2 juta lebih untuk mengobatkan cucunya. Dia berharap pihak yang membuang limbah abu bertanggung jawab dengan membantu membayar utang tersebut.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com