detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 14:00 WIB

Bocah SD di Mojokerto Alami Luka Bakar Usai Terperosok ke Limbah Abu

Enggran Eko Budianto - detikNews
Bocah SD di Mojokerto Alami Luka Bakar Usai Terperosok ke Limbah Abu Bocah SD terluka bakar/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Seorang bocah kelas 2 SD di Mojokerto mengalami luka bakar di tangan dan kaki. Itu setelah korban terperosok ke dalam limbah abu di tepi jalan desa.

Korban adalah Nizam Dwi Pramana (8) asal Dusun Kedungbulus, Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi. Luka bakar yang dialami Nizam pada kedua tangan dan kakinya.

Luka paling parah pada pergelangan kaki kiri korban. Dia kini menjalani perawatan di RSUD RA Basuni, Gedeg, Mojokerto.

"Kaki kirinya kemarin (18/7) baru dioperasi. Memang bagian ini yang paling parah," kata nenek Nizam, Suparmi (50) kepada detikcom di RSUD RA Basuni, Kecamatan Gedeg, Jumat (19/7/2019).

Luka bakar tersebut, lanjut Suparmi, dialami Nizam setelah terperosok ke limbah abu yang dibuang sembarangan di tepi jalan Dusun Kedungbulus. Saat itu korban sedang bermain bersama teman sebayanya, Riski.

"Saat itu dia mau ambil botol bekas air mineral untuk mainan, lalu terperosok ke abu yang panas," ungkapnya.


Saking panasnya limbah abu tersebut, kata Suparmi, sandal jepit yang dipakai Nizam ikut meleleh. Dibantu warga, korban sempat dibawa ke Puskesmas Keboan, Kecamatan Ngusikan, Jombang. Karena luka bakarnya cukup parah, Nizam dirujuk ke RSUD RA Basuni.

"Harapan saya siapa saja yang membuang abu tersebut mau bertanggung jawab. Tetangga tidak ada yang tahu pembuanganya siapa. Katanya dibuang malam hari," terangnya.

Sebagai buruh tani, Suparmi mengaku tak mempunyai keberanian melaporkan insiden ini ke polisi. Sejauh ini baru perangkat Desa Watesprojo yang membesuk Nizam sembari memberikan santunan. Namun, santunan itu tak cukup untuk menutup biaya berobat korban.

"Pengobatan Nizam untuk beli salep saja sudah sejuta lebih, belum berobatnya, obat-obatannya. Sampai sekarang sudah habis Rp 2 juta lebih. Terpaksa saya utang tetangga," jelasnya.

Nizam merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Muhammad Hariri (40) dan Mistiana (40). Ayah korban sampai saat ini belum bisa mencari nafkah setelah mengalami kecelakaan pertengahan Ramadan lalu. Sementara ibunya tidak mempunyai pekerjaan.

"Utang Rp 2 juta saya harus mencicilnya setelah Nizam sembuh nanti. Karena upah saya sebagai buruh tani Rp 30 ribu sehari," tandasnya.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com