detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 14:16 WIB

Skripsi Mahasiswa ITS Ini Setebal 3.045 Halaman, Bahas Apa Saja Sih?

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Skripsi Mahasiswa ITS Ini Setebal 3.045 Halaman, Bahas Apa Saja Sih? Muharom Gani Irwanda menjelaskan isi skripsinya/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Muharom Gani Irwanda menulis skripsi setebal 3.045 halaman. Lantas apa yang dibahas mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Fakultas Vokasi itu hingga skripsinya setebal ini?

Skripsi ribuan halaman itu berjudul 'Penjadwalan Waktu Pelaksanaan dan Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan Proyek Pembangunan Denver Apartement, Kompleks Citraland CBD-Kota Surabaya'. Tugas Akhir (TA)berfokus pada manajemen konstruksi.

Dalam skripsi itu Gani membahas konstruksi sebuah bangunan. Mulai dari desain, tenaga kerja, bahan baku dan alat, waktu pengerjaan bangunan hingga berapa biaya yang dibutuhkan. Namun dalam konstruksi ini, Gani menekankan biaya pembangunan yang lebih terjangkau.

"Jadi kalau proyek biasanya kan misalnya Si A punya uang ingin membangun kos-kosan di sini. Maka dari itu saya menawari, saya bisa membangun kos-kosan di sini dengan waktu 5 bulan misalnya, dengan biaya Rp 500 juta," kata Gani saat ditemui di Kampus ITS Manyar Surabaya, Jumat (19/7/2019).


"Nah itu yang saya bahas di sini. Jadi perencanaan mulai dari kebutuhan biaya material kebutuhan tenaga kerja kebutuhan alat sampai kebutuhan sewa-sewa dan perizinan itu dibahas di sini," imbuh Gani.

Gani menambahkan, proyek yang dirancangnya yakni sebuah apartemen di Citraland, Surabaya. Apartemen ini memiliki desain yang berbeda dengan yang lain.

Selain itu, mahasiswa bimbingan Ir Sukobar ini mengaku ingin menyelesaikan TA untuk gedung 37 lantai. Namun dosen pembimbingnya melarang karena akan memakan waktu cukup banyak.

Akhirnya, Gani menyelesaikan rancangan bangunan untuk 11 lantai. Ia melakukan 11 penghitungan volume, kapasitas produksi, tenaga kerja, jumlah alat, durasi hingga estimasi harga yang berbeda.


"Karena gedung ini tergolong gedung yang rumit, karena gedung ini benar-benar memperhatikan aspek keefektifan biaya. Maka dari itu dari ukuran dari balok dan sebagainya itu diukur dengan seoptimal mungkin. Dan pada setiap 3 lantai itu terjadi pergantian dimensi dan pergantian ukuran," terangnya.

"Kalau biasanya satu baris itu ukuran baris dan kolom yang sama ternyata gedungnya ini ukuran balok dan kolomnya sangat bervariasi. Sampai kalau ndak salah ada hampir 80-an tipe balok dan kolom jadi benar-benar harus dihitung satu-satu," lanjut Gani.

Tak hanya itu, gedung ini juga berbeda dengan gedung lainnya. Jika di gedung lain, satu desain bisa digunakan membangun satu gedung. Namun, gedung rancangan Gani berbeda desain tiap satu lantainya.

"Kalau yang lainnya itu kan satu desain bisa sampai untuk lantai atas. tapi karena ini desainnya berbagai macam desain jadi bisa jadi setebal ini,"imbuh Gani sembari tersenyum.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com