detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 19:09 WIB

Ini Kata Wagub Emil Dardak Soal Isu Industri 4.0

Amir Baihaqi - detikNews
Ini Kata Wagub Emil Dardak Soal Isu Industri 4.0 Wagub Jatim, Emil Dardak/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak menyampaikan pandangannya mengenai isu Industri 4.0. Menurutnya, pesatnya perubahan industri dipengaruhi tiga hal yakni kecerdasan buatan, digitalisasi dan konektivitas.

"Industri 4.0 ini agak beda perubahannya. Perubahannya itu perubahan di dalam perubahan. Dalam arti ada yang kita pahami ada continuitas perubahan yang besar," kata Emil dalam sambutannya di acara Inovasi Bisnis Digital Era Industri 4.0 Dalam Memperkuat Daya Saing Bangsa yang digelar Unair di Swiss Belinn Manyar, Surabaya, Kamis (18/7/2019).

"Dulu mungkin orang bicara revolusi industri atau mesin uap. Itu relatif masih predictable dampaknya. Tapi kalau sudah Industri 4.0 perkembangannya sudah banyak," Emil menambahkan.

Untuk itu, lanjut Emil, industri 4.0 saat ini menjadi isu yang sangat menarik untuk dibicarakan dan dijalani. Meski begitu, Emil menampik jika Industri 4.0 hanya merupakan soal robotik atau auto machine. Sebab hal itu sudah terjadi pada era sebelumnya yakni industri ketiga.

"Industri 4.0 ini menjadi isu yang sangat menarik. Orang banyak menilai bahwa industri ini masalah robotik, masalah auto machine. Kalau auto machine sebenarnya adalah industri ketiga karena dengan adanya komputer memungkinkan melakukan otomatisasi," ujar mantan Bupati Trenggalek itu.


"Jadi otomatisasi sudah dilakukan di revolusi industri ketiga. Di situlah mulai muncul artificial intelegent kecerdasan buatan atau yang paling akhir ini adanya aplikasi FaceApp yang mampu merubah wajah kita menjadi tua," imbuh Emil.

Nah, munculnya artificial intelegent ini, terang Emil, merupakan titik awal power dari Industri 4.0. Menurutnya, artificial intelegent sendiri bukan kecerdasan yang dibuat oleh otak manusia namun mampu menyerupai otak manusia.

"Artificial intelegent atau kecerdasan intelegent ini sebenarnya kecerdasan yang tidak dibuat oleh otak manusia tetapi menyerupai kemampuan otak manusia. Tapi ada satu post lagi yang lebih menarik yang disebut digitalisasi," terang suami Arumi Bachsin itu.

Emil menjelaskan, memasuki era digitalisasi ini perubahan kemudian menjadi sangat drastis dan mempengaruhi kehidupan manusia. Meski begitu, antara digitalisasi dan kecerdasan buatan ini tidak selalu sama tapi bisa berjalan bersama dan saling mendukung.


"Artificial intelegent tidak selalu digital. Tetapi apakah keduanya bisa berjalan bersamaan? Sangat mungkin. Pada saat digitalisasi maka artificial intelegent jadi semakin luar biasa. Karena algoritmanya itu bisa dirumuskan dengan lebih luas lagi. Ya sebagai contoh FaceApp itu tadi," jelasnya.

"Nah ini artinya ada konfirgensi digitalisasi termasuk artificial tadi. Karena foto sekarang bisa dibuka di handphone dan ada algoritma tadi akhirnya kecerdasan buatan bisa berbuat banyak hal," tambah Emil.

Sedangkan yang terakhir, kata Emil, adalah poros connectivity karena adanya internet. Ketiga poros yakni kecerdasan buatan, digitalisasi dan connectivity inilah kemudian terkoneksi menjadi satu kesatuan membentuk Industri 4.0.

"Poros ketiga connectivity karena adanya internet itu. Jadi digitalisasi tidak hanya soal internet saja. Kita bisa melihat video. Dulu kita tidak bisa melihat video di komputer. Tapi sekarang kita bisa melihat dan mengkopi bisa di-share," tutur Emil.

"Nah connectity ini yang menjadi hold mark dari industri 4.0 tetapi menjadi semakin komplek karena ketiga power ini menjadi satu. Antara kecerdasan buatan, dengan digitalisasi dengan connectivity. Tiga hal ini terkoneksi menjadi satu," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com