detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 12:31 WIB

UB Laporkan Sindikat Penyebar Stiker Jalur Belakang ke Polisi

Muhammad Aminudin - detikNews
UB Laporkan Sindikat Penyebar Stiker Jalur Belakang ke Polisi Universitas Brawijaya/Foto file: Muhammad Aminudin
Malang - Universitas Brawijaya (UB) akan melaporkan sindikat penipuan dengan modus penyebaran stiker yang menawarkan jalur belakang untuk masuk UB. Saat ini pihak kampus masih menunggu surat kuasa dari Rektor.

"Kami akan melaporkannya ke polisi, kalau tidak hari ini ya besok," kata salah satu Tim Hukum UB, Prija Djatmika kepada detikcom, Kamis (18/7/2019).

Menurut Prija, ada celah hukum yang bisa menjerat sindikat penipuan dengan modus menyebar stiker yang menawarkan jalur belakang untuk masuk UB. Unsur-unsur pelanggaran pidana ditemukan saat mengamankan satu orang pelaku berinisial MA (23).

"Ini sudah bisa masuk percobaan penipuan dengan fakta-fakta yang kita temukan, dengan barang bukti stiker dan brosur. Di mana UB tidak pernah memberikan akses atau layanan untuk itu," tutur Prija.

"Pasalnya 378 KUHP, jo Pasal 53 dan permufakatan jahat yang diatur di Pasal 88 KUHP. Unsur kejahatan dilakukan pelaku memenuhi dan bisa dijerat dengan pasal itu," imbuh Prija.


Menurutnya, UB memiliki kepentingan dalam pengungkapan kasus itu. UB ingin menghapus kemungkinan pandangan negatif masyarakat terhadap kampus atas beredarnya stiker 'jalur belakang' itu.

Di lain sisi, pembongkaran sindikat penipuan itu juga sekaligus membuka tabir jika ada keterlibatan oknum kampus. UB tidak ingin praktik itu terjadi setiap penerimaan mahasiswa baru.
Stiker 'jalur belakang' masuk UB/Stiker 'jalur belakang' masuk UB/ Foto: Istimewa
"Kalau bisa diungkap, apakah ada keterlibatan orang dalam. Maka kita bisa segera memberikan sanksi, jika terbukti," paparnya.

Tim hukum UB tengah menunggu surat kuasa dari Rektor Nuhfil Hanani sebagai syarat melaporkan perkara ini kepada polisi. "Kita sedang menunggu surat kuasa dari Pak Rektor untuk melaporkan ke polisi," imbuh dosen Fakultas Hukum ini.


Sementara Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menyatakan, pihaknya tengah mendalami jaringan atau sindikat penipuan itu. Keterangan dari satu pengedar stiker yang tertangkap menjadi modal awal dilakukannya penyelidikan.

"Masih kita dalami, yang kemarin diperiksa kita kenakan wajib lapor. Nantinya juga akan dilakukan gelar perkara untuk menemukan konstruksi hukum yang bisa menjerat para pelaku," ujar Asfuri terpisah.

Asfuri menyambut positif rencana UB untuk melaporkan perkara ini. "Silakan untuk melapor. Kita sudah tangani dan mendalami kasus ini. Semoga nanti bisa terungkap modus penipuan yang kemarin sempat menyasar Brawijaya itu," pungkas Asfuri.

Seperti diberitakan sebelumnya, stiker yang menawarkan jalur belakang untuk lolos ke Universitas Brawijaya via jalur mandiri sempat menyebar. Pihak kampus kemudian menyampaikan bahwa tawaran itu hoaks. Salah satu penyebar berinisial MA sudah tertangkap dan berstatus wajib lapor.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com