detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 09:31 WIB

Round-up

Kasus Penyebaran Stiker Jalur Belakang di UB Makin Runcing

Suki Nurhalim - detikNews
Kasus Penyebaran Stiker Jalur Belakang di UB Makin Runcing Prija Djatmika menunjukkan brosur dan stiker yang dibagikan sindikat calo/Foto file: Muhammad Aminudin
Malang - Soal penyebaran stiker yang menawarkan jalur belakang untuk masuk Universitas Brawijaya semakin meruncing. Berdasarkan pengakuan salah satu penyebar stiker yang tertangkap, pihak kampus menyakini jika sindikat percaloan itu didalangi oleh sepasang suami istri di Surabaya.

Seorang penyebar stiker yang menawarkan jalur belakang untuk lolos ke Universitas Brawijaya (UB) diamankan satpam kampus. Pria yang diduga bagian dari sindikat percaloan kampus plat merah itu langsung diserahkan kepada polisi.

"Kami mendapat penyerahan satu orang dari pihak kampus (Universitas Brawijaya) dengan barang bukti pamflet atau stiker yang mencantumkan bisa lolos jalur belakang. Dia diamankan satpam saat menyebarkan stiker di area kampus," kata Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dihubungi detikcom, Rabu (17/7).

Komang menyampaikan. pria tersebut berinisial MA. Ia berangkat dari Surabaya dengan mengemban tugas membagikan stiker kepada calon mahasiswa di Universitas Brawijaya. MA merupakan mahasiswa PTS di Surabaya asal Lamongan.

Penyebaran stiker yang menawarkan jalur belakang untuk masuk Universitas Brawijaya (UB) diduga dilakukan oleh sindikat percaloan. Polisi masih melakukan penyelidikan mengenai dugaan tersebut.

"Masih kita selidiki terkait jaringan dari pria yang diamankan. Apakah mereka bekerja secara berkelompok, bagaimana modus operasinya, dan mengungkap masyarakat yang menjadi korbannya," imbuhnya.


Sedikit berbeda dengan pihak kepolisian, pihak UB lebih menyakini jika penyebaran stiker tersebut dilakukan oleh sindikat percaloan. Terlebih setelah mendengar pengakuan MA sebelum diserahkan ke pihak berwajib.

"Ini sindikat. kami berharap kepolisian bisa membongkar sindikat atau jaringan yang terlibat. Diawali dari barang bukti, keterangan saksi dan penyebar stiker yang tertangkap oleh satpam," ujar salah satu Tim Hukum Universitas Brawijaya Prija Djatmika kepada wartawan di kampus Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Kota Malang.

Mengapa dikatakan sindikat percaloan? Menurut Prija itu karena mereka beraksi secara kelompok. Menurutnya ada 8 penyebar stiker dan brosur yang menawarkan jalur belakang untuk masuk ke UB via jalur mandiri.

"Yang tertangkap memang satu saat menyebarkan brosur dan stiker. Tetapi dalam pengakuannya ada 7 teman lainnya yang memiliki tugas sama di semua pintu masuk Universitas Brawijaya," imbuh dosen Fakultas Hukum itu.

Ia menambahkan, ketika dilakukan penangkapan, tujuh pelaku lain berhasil kabur sebelum bisa diamankan satpam kampus. Upaya memancing mereka untuk menemui satu rekannya yang tertangkap gagal.

"Jadi mereka menyebar brosur dan stiker sebanyak 8 orang. Satu tertangkap yang 7 lainnya berhasil kabur. Nah, di sini tugas kepolisian untuk membongkar sindikat itu dengan melacak keberadaan 7 orang lain bersama otak dari aksi kejahatan ini," tutur Prija.


Sebelum di UB, sindikat penyebar stiker yang menawarkan 'jalur belakang' juga beraksi di Jakarta. Yakni di Universitas Pancasila (UP). Kala itu di UP tengah digelar seleksi jalur mandiri Universitas Gajahmada (UGM).

"Ini bisa dikatakan sindikat nasional. Karena sebelum di sini (Universitas Brawijaya), kelompok yang sama juga melakukan aksinya di Universitas Pancasila, Jakarta," terang prija.

Sepasang suami istri di Surabaya diduga menjadi dalang penyebaran stiker yang menawarkan jalur belakang penerimaan jalur mandiri untuk masuk UB. Jika ada keterlibatan oknum dalam kasus tersebut, pihak kampus akan memberikan sanksi tegas.

"Delapan orang yang menyebar brosur dan stiker diminta oleh Heri dan Kyla. Mereka pasangan suami istri di Surabaya," tambahnya.

Prija menyampaikan, Heri bersama istrinya diduga kuat sebagai otak dari sindikat percaloan dengan modus menyebar stiker jalur belakang itu. Seperti pengakuan salah satu penyebar stiker yang tertangkap satpam UB, MA (23).

"Otaknya Heri itu bersama istrinya. Kelompok ini juga beraksi di Universitas Pancasila. Ketika digunakan UGM untuk menggelar seleksi jalur mandiri," pungkas Prija.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com