detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 21:00 WIB

Wabup Mojokerto Incar Rekomendasi PDIP untuk Maju di Pilbup 2020

Enggran Eko Budianto - detikNews
Wabup Mojokerto Incar Rekomendasi PDIP untuk Maju di Pilbup 2020 Wabup Mojokerto Pungkasiadi/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Pungkasiadi terang-terangan menyatakan akan maju di Pilbup Mojokerto 2020. Pria yang kini menjabat Wakil Bupati Mojokerto itu mengincar rekomendasi dari PDIP.

Pungkasiadi kini juga menjabat Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto. Dia terpilih dalam Konfercab PDIP di Madiun, Minggu (7/7). Ia menggantikan posisi Setia Pudji Lestari.

Terpilihnya Pungkasiadi sempat menjadi kejutan bagi pengurus partai di tingkat kecamatan (PAC). Karena petani tebu itu tak pernah masuk daftar pilihan 18 PAC. Rupanya nama Pungkasiadi usulan dari Pengurus DPD PDIP Jatim.

Disinggung terkait jabatan barunya di partai besutan Megawati Soekarnoputri, Pungkasiadi mengatakan jika itu tak terjadi secara tiba-tiba. Ia mengaku menjadi kader PDIP sejak 2014.

"Saya juga mengikuti sekolah-sekolah kader. Saya ikuti semua mekanisme. Itu kemarin saya diamanahi, ditugaskan menjadi Ketua DPC PDIP Mojokerto," kata Pungkasiadi kepada wartawan di Kantor Bupati Mojokerto, Jalan A Yani, Rabu (17/7/2019).


Lantaran saat ini menjadi Ketua DPC PDIP, Pungkasiadi berharap mendapatkan rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Bagi dirinya, rekomendasi tersebut sangat berharga sebagai modal untuk maju di Pilbup 2020.

"Ya insya Allah begitulah (mendapatkan rekomendasi dari PDIP). Mosok ketemu partaine dewe ngrekom orang lain (Masa bertemu partainya sendiri malah merekomendasikan orang lain)," ujarnya sembari tertawa.

Karena PDIP mempunyai 9 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto periode 2019-2024, maka dibutuhkan koalisi dengan partai lain agar Pungkasiadi bisa mencalonkan diri di Pilkada 2020. Syarat untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Mojokerto setidaknya harus diusung partai dengan perolehan suara minimal 20 persen.

Dengan kata lain, partai pengusung minimal mempunyai 10 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, jumlah anggota dewan 50 orang.


"Prinisip kami dengan partai-partai teman semua, nanti kami komunikasi. Biar ga ada acara begini (Pilkada) kami dekat semualah," terangnya.

Selain mendekati partai, Pungkasiadi mengaku telah menyampaikan niatnya mencalonkan diri sebagai Bupati Mojokerto periode 2020-2025 ke keluarga Bupati Mojokerto Nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP). Bahkan para ulama juga mulai ia dekati.

"Yang jelas nanti kami sowani semua. Kemarin Syawalan (lebaran Idul Fitri) saya sudah jalan-jalan minta doa restu pada kiai-kiai semua," lanjutnya.

Pungkasiadi terpilih menjadi Wabup Mojokerto pada Pilkada 2015. Saat itu ia berpasangan dengan MKP yang kini ditahan KPK karena kasus suap dan gratifikasi. Pasangan Mustofa-Pungkasiadi saat itu diusung 7 parpol koalisi Putra Bangsa Nusantara (Purbantara). Yaitu PDIP, Golkar, Demokrat, NasDem, PAN, PK dan Gerindra.

Selain Pungkasiadi, saat ini muncul dua nama dalam bursa bakal calon Bupati Mojokerto yang akan bertarung di Pilbup tahun depan. Yaitu Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto Yoko Priono dan Supriyadi, adik ipar Bupati Mojokerto Nonaktif MKP.

Simak Video "KPU: e-Rekap Yes, e-Voting No"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed