detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 16:17 WIB

14 SDN di Kota Mojokerto Kekurangan Siswa, Ini Kebijakan Dinas Pendidikan

Enggran Eko Budianto - detikNews
14 SDN di Kota Mojokerto Kekurangan Siswa, Ini Kebijakan Dinas Pendidikan Salah satu ruang kelas SD Negeri di Kota Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Memasuki tahun ajaran baru 2019-2020, ada 14 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Mojokerto yang kekurangan siswa. Dinas Pendidikan mengizinkan belasan sekolah tersebut menerima siswa baru hingga satu bulan ke depan.

Seperti yang terjadi di SDN Jagalan, Kota Mojokerto. Tahun ini sekolah yang terletak di Kalimati gang 2, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan ini hanya mendapatkan 14 siswa baru. Padahal kuota yang disediakan mencapai 28 bangku.

"Salah satu penyebabnya kurangnya kepercayaan masyarakat karena dulunya banyak masalah di sekolah ini. Misalnya anak-anak kurang disiplin, sekolah kurang inovasi, kurang ada komunikasi dengan wali murid," kata Kepala SDN Jagalan Taryo Abdul Gofar saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Selasa (16/7/2019).

Taryo menjelaskan, sekolah yang berdiri 1974 silam ini mayoritas menampung anak-anak pedagang Pasar Tanjung Anyar. Anak-anak di sekolah ini membutuhkan pendidikan akhlak yang lebih intens. Karena mereka jarang mendapatkan perhatian dari orang tuanya.


Oleh sebab itu, menurut Taryo bukan perkara mudah untuk mengubah stigma masyarakat terhadap SDN Jagalan. Selama empat tahun memimpin sekolah ini, ia mengaku telah berupaya maksimal untuk mengutamakan pendidikan akhlak dan kedisiplinan siswa.

Hasilnya, minat masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anak-anak mereka justru semakin turun. Tahun 2017 yang lalu, SDN Jagalan masih mendapatkan 25 siswa baru. Tahun 2018 anjlok menjadi 16 siswa baru. Begitu pula tahun ini hanya mendapatkan 14 siswa baru.

"Promosi program kami sudah menggandeng pemerintah Kelurahan Jagalan. Kami juga sudah rajin turun ke TK-TK untuk promosi. Tapi tahun ini kami hanya mendapatkan 14 siswa," terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid membenarkan ada 14 SDN di Kota Onde-onde yang kekurangan siswa. Setiap sekolah menyediakan kuota satu kelas atau 28 siswa. Kecuali SDN Wates 2 yang menyediakan 2 ruang kelas untuk siswa baru.


Sekolah yang masih kekurangan siswa yaitu SDN Jagalan kurang 14 siswa, SDN Prajurit Kulon 1 dan 2 masing-masing kurang 4 siswa, SDN Sentanan kurang 11 siswa, SDN Miji 3 kurang 9 siswa, dan SDN Kranggan 2 kurang 5 siswa.

Selain itu, SDN Balongsari 10 kurang 16 siswa, SDN Gedongan 1 kurang 1 siswa, SDN Mentikan 2 kurang 12 siswa, SDN Mentikan 6 kurang 19 siswa, SDN Kauman 2 kurang 8 siswa, SDN Wates 2 kurang 6 siswa, serta SDN Balongsari 1 dan 7 masing-masing kurang 1 siswa.

"Khusus sekolah yang kekurangan siswa masih boleh menerima siswa baru sampai sebulan ke depan," kata Amin.

Untuk memenuhi kekurangan siswa di 14 SDN, lanjut Amin, pihaknya tidak membatasi asal daerah siswa. Menurutnya, siswa dari luar Kota Mojokerto juga dibolehkan mendaftar. Bahkan, pihaknya juga menerima perpindahan siswa dari sekolah swasta.

"Syaratnya pihak sekolah cukup memberi pemberitahuan saja ke Dinas Pendidikan saat menerima siswa baru. Tidak perlu surat rekomendasi dari kami," pungkasnya.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com