detikNews
Kamis 11 Juli 2019, 22:37 WIB

Warga Nganjuk Kenang 12 Polisi yang Tewas Ditembak Belanda pada 1949

Sugeng Harianto - detikNews
Warga Nganjuk Kenang 12 Polisi yang Tewas Ditembak Belanda pada 1949 Pemutaran cuplikan film kemerdekaan yang digelar Polres Nganjuk/Foto: Sugeng Harianto
Nganjuk - Peringatan HUT ke-73 Bhayangkara di Nganjuk mengusung tema sejarah. Warga yang hadir diajak mengenang 12 polisi yang gugur di Nganjuk saat melawan Belanda pada 1949

Ribuan warga memadati Alun-alun Brebek untuk menyaksikan pemutaran cuplikan film kemerdekaan yang disisipi cerita sejarah gugurnya 12 polisi di Nganjuk. Acara tersebut digelar untuk memperingati Hari Bhayangkara.

"Kita ingin mengangkat isu terkait dengan pejuang Polri yang ada di Nganjuk dan belum terekspos. Padahal gugur dalam mempertahankan NKRI," kata Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta kepada wartawan di Alun-alun Berbek, Kamis (11/7/2019).


Dalam menguak sejarah tersebut, kata Dewa, pihaknya membentuk tim penelusuran. Hasil penelusuran yakni soal 12 polisi yang menjadi korban tentara Belanda dibukukan dan akan dilaporkan ke Mabes Polri.

"Kami membentuk tim penelusuran sejarah Polri dan itu sudah kami bukukan dalam satu buku. Untuk ke depannya akan ditingkatkan mungkin kita laporkan kepada Mabes Polri untuk menjadi satu catatan bahwa Nganjuk ada pejuang Polri yang perlu untuk dikenang," imbuhnya.

Warga Nganjuk Kenang 12 Polisi yang Tewas Ditembak Belanda pada 1949Foto: Sugeng Harianto

Peristiwa gugurnya 12 polisi itu dikenal dengan tragedi Ngadiboyo. Alkisah pada 14 April 1949 tengah malam, patroli sampai Dusun Alas Jalin, perbatasan Nganjuk-Madiun. Para patroli istimewa kemudian bertemu tentara Belanda yang bermarkas di wilayah Saradan, Kabupaten Madiun.

"Ceritanya saat patroli polisi lelah istirahat, tahu-tahu di berondong tentara Belanda," papar Dewa.


Warga yang antusies memadati Alun-alun Berbek mengaku senang dan terhibur karena jarang ada acara. "Senang ini saya bawa anak dan cucu untuk lihat pesta rakyat dari Polres Nganjuk. Cucu saya paling suka Reog nya tadi. Kalau saya ikut sedih mendengar kisah 12 polisi jadi korban kekejaman perang Belanda, " ujar salah satu warga, Suyatun (50).

Selain pertunjukan Reog Ponorogo, warga Nganjuk juga dihibur pagelaran wayang kulit yang saat ini tengah berlangsung. Turut hadir dalam acara yakni Wakil Bupati Nganjuk Marhean Djunaedi, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Kav Joko Wibowo serta Forkopimda lainnya.

Dalam acara tersebut Kapolres Nganjuk juga memberikan penghargaan kepada 13 orang. Sembilan di antaranya dari pilar pengayom rakyat seperti Babinsa, Babinkamtibmas dan camat.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed