2,5 Tahun Pasien Hepatitis di RSUD Trenggalek Meningkat, 15 Meninggal

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 01 Jul 2019 15:05 WIB
Ruang isolasi RSUD dr Soedomo Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Jumlah pasien Hepatitis di RSUD dr Soedomo Trenggalek selama 2,5 tahun terakhir memiliki tren kenaikan. Dari semula sekitar 200 pasien/tahun naik menjadi 300 pasien dalam waktu 6 bulan.

Dari data register rawat inap RSUD Trenggalek pada tahun 2017 jumlah penderita hepatitis yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah tersebut sebanyak 203 pasien, dengan 5 orang meninggal dunia.

"Sedangkan tahun 2018 jumlahnya naik menjadi 263 orang, sedangkan yang meninggal dunia enam orang. Rinciannya tiga orang meninggal sebelum 48 jam perawatan, sedangkan tiga pasien meninggal setelah dirawat lebih dari 48 jam," kata Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono saat dikonfirmasi, Senin (1/7/2019).

Sementara pada semester awal 2019 jumlahnya melonjak menjadi 303 pasien, meninggal dunia empat orang. Jumlah tersebut melampaui tahun 2017 dan 2018. Para pasien tersebut ada yang datang langsung ke rumah sakit dan ada juga yang merupakan rujukan dari puskesmas.


"Kalau dilihat dari data itu memang trennya naik, apalagi ini baru satu semester sudah 303 pasien. Akan tetapi kalau melihat dari prosentase dari jumlah pasien yang rawat inap di RSUD masih relatif normal," ujarnya.

Sujiono menjelaskan, ratusan pasien tersebut tidak hanya Hepatitis A. Namun terdiri dari berbagai jenis hepatitis, termasuk Hepatitis B, hepatitis kronis, hepatitis akut serta hepatitis akibat induksi obat.

"Seperti di tahun 2019 itu ada 303 penderita hepatitis, sedangkan yang khusus Hepatitis A ada 227 pasien," jelasnya.

Dia mengatakan data penderita hepatitis itu hanya sebagian, sebab pasien Hepatitis belum tentu dirawat di puskesmas, namun juga ada yang menjalani perawatan di puskesmas, klinik swasta maupun menjalani rawat jalan.


"Kalau yang dirawat di puskesmas kami tidak tahu, karena wewenang dari Dinas Kesehatan, kami justru melaporkan perkembangan pasien di sini ke Dinkes. Artinya bisa jadi jumlahnya lebih besar dari data yang kami miliki," jelasnya.

Sujiono menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan perawatan 3 pasien Hepatitis. Para pasien dirawat di ruang isolasi dengan penanganan khusus oleh tim medis. "Kemarin lusa itu lima, kemudian pulang tiga, kemarin tambah lagi satu," imbuhnya.

Simak Video "Main Korek Api, Dua Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)