detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 17:55 WIB

YKP Ajukan Permohonan Pembukaan 2 Rekening ke Kejaksaan, Ada Apa?

Hilda Meilisa - detikNews
YKP Ajukan Permohonan Pembukaan 2 Rekening ke Kejaksaan, Ada Apa? Kejati Jatim menggeledah kantor YKP (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Kejati Jatim telah memblokir seluruh rekening Yayasan Kas Pembangunan (YKP) dan PT YEKAPE. Namun, kini pihak YKP mengajukan permohonan kepada penyidik Kejati untuk membuka dua rekening miliknya.

Dua rekening yang minta dibuka blokirnya yakni rekening BNI dan Bukopin. Alasan pembukaan blokir ini untuk pembayaran gaji karyawan dan pembayaran pajak. Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi membenarkan hal ini.

"Memang ada permohonan untuk alasan gaji pegawai," kata Didik saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Kamis (27/6/2019).


Namun Didik mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan untuk pembukaan rekening ini. Pasalnya sebelumnya, Kejati Jatim menangkap basah pihak YKP yang hendak mencairkan deposito sebesar Rp 30,2 Miliar.

Usai mengetahui hal ini, Kejati pun akhirnya melakukan pemblokiran semua rekening tanpa terkecuali. Tetapi, pihak YKP pun bersikukuh tak melakukan pencairan dana.

"Ngakunya seperti itu. Salah satu pengurus menyakinkan kita bahwa tidak ada upaya pencairan dana pada rekening yang dimaksud. Namun apapun itu, kita bersyukur upaya pencairan tersebut dapat digagalkan," imbuh Didik.

Beberapa waktu lalu, Kejati Jatim memang nyaris kecolongan. Ada pihak yang hampir berhasil mencairkan deposito Yayasan Kas Pembangunan (YKP) dan PT YEKAPE di sebuah Bank di Surabaya. Deposito sebesar Rp 30,2 Milyar ini hendak dicairkan dengan uang tunai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak bank awalnya ragu atas permintaan pencairan ini. Karena, mendengar kabar jika Kejati Jatim telah memblokir sejumlah rekening YKP dan PT YEKAPE. Namun memang, pihak bank ini belum menerima pemblokiran dari Kejati.


Karena ragu, pihak bank pun segera menghubungi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Jakarta. Selanjutnya, pihak PPATK segera menghubungi Kejati Jatim dan pihak Kejati memutuskan langsung memblokir rekening tersebut.

Didik mengakui rekening yang hampir dicairkan itu memang belum terblokir penyidik. Ada satu nomor rekening di sebuah bank yang lolos tidak diblokir penyidik. Setelah kasus ini, Didik menambahkan pihak Kejati langsung mengirim surat blokir ke seluruh bank yang ada di Surabaya.

"Jadi sekarang semua bank sudah kita surati. Sudah kita blokir semua rekening YKP dan PT YEKAPE," imbuhnya.

Simak Video "Uang Rp 36 M Terkait Dugaan Korupsi di Sabang Dikembalikan Tunai!"
[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed