detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 10:11 WIB

Embun Upas Semeru Sedap Dipandang Namun Bahaya Jika Dipegang

Muhammad Aminudin - detikNews
Embun Upas Semeru Sedap Dipandang Namun Bahaya Jika Dipegang Embun upas di Gunung Semeru/Foto: Istimewa
Malang - Embun upas yang kerap hadir di Kawasan Wisata Gunung Semeru ternyata hanya sedap dipandang. Namun bahaya jika dipegang.

Embun upas yang muncul di Kawasan Wisata Bromo-Semeru menjadi magnet lain yang menarik wisatawan untuk datang. Meski tampak sedap dipandang, nyatanya embun upas tidak seramah yang dibayangkan.

Bahkan, embun upas atau frost tidak berdampak pada kerusakan tanaman pertanian. Selain itu, upas yang mengkristal karena suhu ekstrem terbilang berbahaya jika dipegang dengan tangan telanjang.

"Memang adanya embun upas atau frost sangat bagus dilihat. Munculnya pagi hari antara 05.00 sampai 06.30 WIB. Tetapi jika dipegang akan mengakibatkan sakit pada tangan," kata Kepala Resort Ranupane Susion kepada detikcom, Kamis (27/6/2019).


Susion menyampaikan, kristal embun upas terbilang tajam sehingga bisa menyebabkan telapak tangan perih ketika memegangnya. Belum lagi, munculnya embun upas selalu dibarengi dengan suhu udara yang jauh di bawah batas normal.

"Tangan akan terasa perih, jika memegangnya. Suhu udara sendiri minus 3 derajat celsius," papar Susion.

Meski suhu ekstrem tengah melanda di Kawasan Ranupane hingga Kalimati, animo wisatawan yang berdatangan tak terbendung.

"Sejak muncul 16 Juni lalu, sudah banyak wisatawan yang datang. Apakah hanya untuk melihat embun upas atau frost, atau memang akan melakukan pendakian ke Kalimati," tambah Susion.

Menurutnya, embun upas merusak pertanian warga setempat. Khususnya tanaman kentang yang ditanam di area lembah.


Banyak tanaman kentang yang merupakan komoditas utama warga rusak dan mati. "Tanaman kentang warga banyak yang mati, karena embun upas itu. Usia tanaman masih 2 bulan atau sampai dengan 70 hari," lanjut Susion.

Warga yang memiliki bibit cadangan, biasanya langsung mengganti tanaman kentang yang rusak tersebut. Menurutnya, kadang warga juga mengganti dengan bibit kol atau kubis.

Resort Ranupane selalu ramai oleh wisatawan setiap harinya. Untuk pendakian ke Gunung Semeru, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger (BB TNBTS) selaku pengelola hanya memberikan kuota sebanyak 600 orang.

"Yang hanya ingin berwisata dan melihat frost, jumlah sudah hampir seratus orang untuk sore kemarin. Mereka berkumpul di sekitar resort," pungkas Susion.


Lihat video Cantik! Ada Salju di Gunung Bromo:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed