detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 00:50 WIB

Stasiun Gubeng Dirazia Cegah Massa Bergabung di Demo Sengketa Pilpres

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Stasiun Gubeng Dirazia Cegah Massa Bergabung di Demo Sengketa Pilpres Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Jajaran kepolisian di Surabaya tidak tinggal diam menyikapi pergerakan massa yang akan berunjuk rasa di Mahkamah Konstitusi (MK). Razia pun digelar di terminal hingga stasiun.

"Kami mengimbau agar warga Kota Surabaya untuk tidak ikut unjuk rasa dan berangkat ke Jakarta," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho saat berbincang dengan detikcom, Kamis (27/7/2019) dini hari.

Razia ini menurut Sandi dimulai sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB di Stasiun Gubeng Lama. Setiap penumpang kereta dilakukan pemeriksaan mulai dari identitas hingga barang-barang bawaannya. Polisi mengantisipasi adanya benda berbahaya seperti senjata tajam.

Selain untuk mencegah massa ke Jakarta, razia ini ujar Sandi juga untuk menciptakan Kamtibmas di wilayah hukum Kota Surabaya. "Razia ini juga untuk menciptakan situasi Kota Surabaya yang aman dan kondusif," kata Sandi.

Razia yang digelar di Stasiun Gubeng Lama ini melibatkan puluhan personil gabungan dari jajaran Polrestabes Surabaya.

Seperti diketahui, pembacaan putusan gugatan hasil pilpres akan dilaksanakan pada Kamis, 27 Juni 2019, pukul 12.30 WIB. Pembacaan dilakukan lebih awal dari jadwal semula, yaitu Jumat, 28 Juni 2019. Alasannya, hakim konstitusi sudah siap dengan putusan permohonan gugatan yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Gugatan sengketa ini diajukan oleh tim hukum Prabowo-Sandiaga. Dalam permohonan gugatan hasil Pilpres 2019, MK diminta mendiskualifikasi capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin. Prabowo-Sandiaga dalam petitumnya memohon ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.
(sun/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed