detikNews
Kamis 27 Juni 2019, 00:27 WIB

Polres Jombang Gelar Razia Jelang Putusan MK

Enggran Eko Budianto - detikNews
Polres Jombang Gelar Razia Jelang Putusan MK Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Pencegahan mobilisasi massa yang akan bergabung dengan aksi unjuk rasa menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2019 juga dilakukan Polres Jombang. Polisi merazia kendaraan yang melintas di jalur arteri wilayah perbatasan Jombang-Nganjul.

Penyekatan mobilisasi massa ini digelar Polres Jombang di jalan nasional Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Sebanyak 24 polisi, 2 anggota TNI dan 4 Satpol PP diterjunkan ke lokasi. Petugas gabungan memeriksa setiap kendaraan tujuan Jakarta yang melintas.

Mulai dari angkutan umum bus dan travel, kendaraan pribadi, hingga angkutan barang seperti truk dan mobil boks. Tak hanya menanyai setiap penumpang, petugas gabungan juga memeriksa tas dan barang bawaan mereka. Hal itu untuk mengantisipasi pengiriman barang berbahaya ke Ibu Kota.

"Sampai saat ini belum kami temukan adanya warga Jombang yang akan bergabung dengan aksi unjuk rasa di Jakarta," kata Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto, Rabu (26/6/2019).

MK akan menggelar sidang putusan sengketa Pilpres 2019 pada Kamis (27/6). Sengketa ini terjadi menyusul gugatan yang dilayangkan kubu Prabowo-Sandiaga yang menolak keputusan KPU terkait hasil Pilpres. Sidang tersebut akan diwarnai aksi unjuk rasa.

Fadli menjelaskan, pencegahan mobilisasi massa ke Jakarta bukan untuk melarang warga Jombang ikut dalam unjuk rasa. Karena demonstrasi merupakan hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Sepanjang aksi unjuk rasa digelar dengan tertib.

Menurut dia, razia dan penyekatan ini digelar untuk mencegah kerusuhan 21-22 Mei lalu kembali terulang. Aksi unjuk rasa menjelang putusan MK juga berpotensi ditumpangi pihak tertentu yang menginginkan kerusuhan kembali pecah.

"Lebih baik kita tenang di rumah sambil menyimak putusan MK. Mari kita semua menerima apapun putusan MK karena jalur gugatan sengketa Pilpres ini sudah konstsitusional," terang Fadli.
(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed