detikNews
Rabu 26 Juni 2019, 17:31 WIB

Harga Ayam untuk Peternak di Blitar Ditentukan Grup Pengepul?

Erliana Riady - detikNews
Harga Ayam untuk Peternak di Blitar Ditentukan Grup Pengepul? Daging ayam di sebuah pasar di Kota Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar - Peternak ayam mandiri di Blitar terancam gulung tikar. Itu karena mereka hanya bisa menerima harga yang ditentukan pengepul meski anjlok hingga peternak merugi.

Tak banyak peternak ayam mandiri yang mau terbuka memberikan informasi. Mereka tidak saling menguatkan dalam satu komunitas dan terkesan berjalan sendiri-sendiri.

Seperti Buk Kus yang sudah puluhan tahun menjadi peternak mandiri, sekaligus bakul atau pengepul. Kadang ia juga menjualkan ayam broiler para peternak mandiri lainnya dalam skala kecil. Perempuan berusia 73 tahun ini mengaku, hari ini ia menjual ke pedagang pasar Rp 10.500/kg.


"Kalau yang lain gak ngerti ya Mbak. Kebanyakan kemitraan. Kalau yang mandiri seperti saya, malah gak tahu. Hari ini saya ambil dari peternak Rp 8 ribu per kilogram. Saya kasih ke pedagang pasar Rp 10.500 kalau lainnya saya tidak tahu," kata Buk Kus pada detikcom di rumahnya di kawasan Tlumpu, Rabu (26/6/2019).

Buk Kus mematok harga sekian setelah mendapat info melalui grup bakul ayam di Blitar. Biasanya, harga ayam dari kandang atau di pasaran akan diumumkan di grup tersebut pada pukul 17.00 WIB setiap harinya. Siapa yang menentukan harga ayam itu?

"Ya kemitraan yang besar-besar itu lho Mbak. Kalau macam saya yang mandiri, apalagi ayamnya dikit itu cuma nunut. Manut mereka yang dari kemitraan besar," tambahnya.

Menurut Buk Kus, di Blitar ada dua kemitraan besar yang ia kenal. Namun siapa pemegangnya dan di mana kantornya, pemilik kandang di Kademangan itu mengaku tidak pernah tahu.


Seperti yang juga disampaikan peternak mandiri lainnya, Budi Setyawan. Ia pasrah pada bakul yang menentukan harga. Budi tidak punya hak tawar saat menentukan harga ayam ternaknya.

"Kalau kami minta harga lebih, bakul akan pergi ke peternak lainnya Mbak. Jadi ya manut apa kata dia," kata peternak Desa Kalipucung Kecamatan Sanankulon itu.

Selasa (25/6), Budi kembali mengobral ayam ternaknya. Satu ekor dengan berat sekitar 3 kg ia jual seharga Rp 30 ribu. Budi mengaku, setidaknya butuh waktu satu bulan untuk menghabiskan 20.000 ekor ayam milik kelompoknya yang beranggotakan 10 peternak mandiri.



Tonton Video Harga Ayam dan Telur Naik, Pedagang dan Pembeli Mengeluh:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Status Hukum Akun Penghina Jokowi Ditentukan 1x24 Jam"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed