detikNews
Rabu 26 Juni 2019, 15:45 WIB

Bocah Radika Koma, Dinkes dan Dinsos Kabupaten Pasuruan Turun Tangan

Muhajir Arifin - detikNews
Bocah Radika Koma, Dinkes dan Dinsos Kabupaten Pasuruan Turun Tangan Bocah koma terkena radang selaput otak/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Pemkab Pasuruan turun tangan mengupayakan pengobatan M Radika Aditya, bocah usia dua tahun asal Desa Lajuk, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, mengalami radang selaput otak. Biaya pengobatan akan ditanggung pemerintah daerah.

Radika sudah tergolek di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan sejak Jumat, setelah divonis radang selaput otak. Putra pasangan Nur Hawi (49) dan Widatur Rohimah (25), itu seharusnya dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai.

Namun karena tak ada biaya dan tak terdaftar BPJS Kesehatan, balita tampan ini belum dirujuk. Orang tua Radika sudah mendaftarkan putranya ke BPJS Kesehatan. Namun karena ada aturan baru bagi pendaftar peserta mandiri sesuai Perpres 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan Pasal 15, kepesertaan Radika baru aktif setelah 14 hari.


"Kami sudah tahu kasusnya ya. Memang aturan baru BPJS demikian. Makanya kami akan lakukan berbagai cara agar pasien segera mendapat penanganan semestinya dan biayanya ditanggung pemerintah," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Ugik Setyo Darmoko, Rabu (26/6/2019).

Dia mengatakan pihaknya sudah menerjukan petugas untuk investigasi ke keluarga pasien. Sehingga pasien tersebut bisa diikutkan peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID).

"Prinsipnya akan kami tangani secepatnya. Kami pastikan pasien akan dirawat di rumah sakit rujukan dengan biaya pemerintah," tandasnya.


Untuk sementara, pihaknya akan mengupayakan agar Radika dipindahkan ke RSUD Bangil, milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan, untuk stabilisasi. "Bisa juga nanti kita pindahkan ke Bangil untuk stabiliasi," pungkasnya.

Selain Dinas Kesehatan, Dinas Sosial juga terjun dalam penanganan Radika.

"Kami koordinasi dengan Dinkes, dari kami akan mengeluarkan rekomemdasi bahwa pasien keluarga yang berhak menerima batuan pemerintah," kata Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Pasuruan, Nur Mahmuda.



Tonton video Malang Nian Bocah Radika Koma karena Radang Otak:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed