detikNews
Rabu 26 Juni 2019, 08:13 WIB

Round-Up

Modus Terbongkarnya Praktik Aborsi 20 Wanita di Surabaya dan Sidoarjo

Suki Nurhalim - detikNews
Modus Terbongkarnya Praktik Aborsi 20 Wanita di Surabaya dan Sidoarjo Polda Jatim merilis 7 pelaku kasus aborsi di Surabaya dan Sidoarjo/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Praktik aborsi di Surabaya dan Sidoarjo terbongkar. Pelaku sudah melakukan aborsi pada 20 pasien dengan tarif termahal Rp 3,5 juta.

"Pengungkapan kasus ini dimulai dari informasi yang kami temukan tentang adanya seseorang di sebuah rumah wilayah Sidoarjo yang melakukan aborsi itu bulan Maret. Lalu dilaksanakan kegiatan penyelidikan oleh Subdit 4 Ditkrimsus," kata Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (25/6).

Usai dilakukan penyelidikan selama satu bulan, polisi mengetahui bahwa praktik aborsi tersebut dilakukan seseorang bernama Laksmita Wahyuning Putri. Yang bersangkutan diketahui melakukan praktik itu di Sidoarjo dan di daerah Karah, Surabaya.

"Kemudian di bulan April 2019, dilaksanakan kegiatan penindakan di rumah seseorang yang berinisial LW. Seorang wanita yang bertempat tinggal di Sidoarjo dan Surabaya juga ada rumahnya di daerah Karah," imbuhnya.

Dari penyelidikan itu, polisi juga mengamankan tujuh tersangka. Selain LW yang membuka praktik, polisi juga mengamankan beberapa tersangka yang terlibat dalam praktik aborsi itu.

Kemudian polisi juga mengamankan beberapa barang bukti seperti obat yang digunakan untuk aborsi. Lalu beberapa alat kesehatan yang digunakan untuk praktik hingga alat komunikasi.

Praktik aborsi yang dilakukan Laksmita terbilang rapi. Praktik ini sudah berjalan selama dua tahun, dan tak terendus petugas kepolisian.


Menurut Arman, Laksmita atau Mita mengaku telah membantu aborsi 20 orang. "Rata-rata menggunakan obat keras. Kemudian dilakukan kegiatan ini sudah berjalan 2 tahun dengan korban sekitar 20 orang," tambah Arman.

Meski begitu, Mita hanya mengaku sebagai penjual obat. Kepada petugas ia mengaku sebatas melariskan obat yang dijualnya. Terlebih, Mita bekerja sebagai teller obat di sebuah apotek. Ia menampik telah melakukan pemijatan atau hal-hal yang membantu proses aborsi.

"20 Kali. Bukan mata pencaharian. Iya ada pesanan. Untuk melariskan obat dan membantu orang," kata Mita saat diinterogasi polisi di Mapolda Jatim.

Arman membenarkan Mita hanya menjual obat. Obat tersebut diminum oleh pasien setiap satu jam hingga enam kali. Setiap jam pasien cukup meminum satu butir obat yang dijual Mita.

"Tidak dipijat. Diberikan obat untuk minum dan dimasukkan ke vagina," kata Arman.

Dalam melakukan aksinya, Mita mengaku dibantu beberapa orang. Yakni Fauziah Tri Arini, Vivi Nurmalasari dan M Busro selaku suplier obat. Kemudian ada Retno Muktia Sari yang membantu pelaksanaan aborsi.


Polisi juga mengamankan sepasang kekasih Tri Suryanti dan Muhammad Syaiful Arif. Aksi pengguguran kandungan Tri mendapat dukungan dana dari Arif.

Sementara polisi masih mendalami kasus itu dengan menyelidiki 11 orang yang pernah menggunakan jasa aborsi Mita. Semuanya berasal dari beberapa daerah di Jatim.

"11 Orang masih dalam penyelidikan di mana juga merupakan tersangka aborsi, dan berproses di 7 TKP. Ada yang di Surabaya, Sidoarjo, Blitar, Banyuwangi," pungkasnya.

Praktik aborsi yang dilakukan Laksmita mematok harga Rp 1 juta hingga Rp 3,5 Juta untuk setiap paketnya. Rata-rata, pasien yang menggunakan jasa aborsi merupakan wanita yang hamil akibat hubungan di luar nikah.

"Latar belakang aborsi rata-rata kasus perselingkuhan, hamil di luar nikah. Ketakutan dan malu dengan orang tua dan saudara. Peran LW memberikan obat yang diminum sebanyak 6 dalam 1 hari. Sementara tarifnya Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta. Efeknya akan mengalami nyeri dan pendarahan. Obatnya racikannya sendiri karena dia kan teller apoteker," imbuhnya.

Menurut Arman, pelaku terjerat pasal berlapis. "Hari ini kita melaksanakan press release kasus aborsi yang melanggar undang-undang kesehatan. Yaitu undang-undang 36 tentang kejahatan dan undang-undang tenaga kesehatan dan KUHP," pungkasnya.



Tonton video Jasad Bayi dalam Plastik Ditemukan di Irigasi Sawah:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed