detikNews
Senin 24 Juni 2019, 17:59 WIB

Situs Permukiman Majapahit Temuan Warga di Mojokerto dari Abad 15 Masehi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Situs Permukiman Majapahit Temuan Warga di Mojokerto dari Abad 15 Masehi Situs sisa zaman Majapahit/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Situs purbakala berupa sisa-sisa permukiman dari zaman Majapahit yang ditemukan warga di Mojokerto diperkirakan berdiri abad 15 masehi. Permukiman tersebut disinyalir bekas tempat tinggal kaum saudagar atau bangsawan.

Tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim telah meninjau situs temuan warga di Dusun Pakis Kulon, Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Selain struktur bangunan dari bata merah kuno, tim juga menemukan banyak fragmen dari tanah liat dan keramik.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, di antara tumpukan fragmen yang ditemukan, terdapat pecahan genteng kuno. Menurut dia, temuan ini menjadi petunjuk situs permukiman yang ditemukan warga sudah menggunakan atap dari genteng.

Pecahan gerabah dari tanah liat juga ditemukan di situs yang terletak di kebun milik Mulyanto (62) tersebut. Menurut Wicaksono, fragmen yang ditemukan bekas tempayan atau tandon air berbahan tanah liat. Temuan ini semakin menguatkan perkiraan situs tersebut bekas permukiman zaman Majapahit.

"Kami bisa interpretasikan bangunan ini pondasinya dari bata, dinding kayu, atapnya menggunakan genteng. Karena kami menemukan fragmen tembikar genteng cukup banyak di sini," kata Wicaksono kepada wartawan di lokasi penemuan situs purbakala, Senin (24/6/2019).

Tak hanya itu, lanjut Wicaksono, pihaknya juga menemukan pecahan keramik dari alat makan berbentuk mangkuk di situs Pakis Kulon. Menurut dia, fragmen keramik tersebut berasal dari Dinasti Ming di China. Temuan ini setidaknya menjadi bahwa situs permukiman yang ditemukan warga berdiri pada abad 15 masehi.

"Dari porselinnya itu berasal dari Dinasti Ming, kurang lebih abad 15 masehi. Jadi, bisa diperkirakan temuan struktur ini berupa permukiman pada masa Majapahit, tepatnya abad 15 masehi," terangnya.


Wicaksono menjelaskan, berdasarkan temuan fragmen genteng dan keramik dari China, diperkirakan situs permukiman Majapahit ini dulunya dihuni oleh kaum saudagar atau bangsawan. Menurut dia, bangunan permukiman di tempat ini dulunya berukuran besar.

"Bisa dibilang ini bukan permukiman masyarakat biasa, mungkin saudagar atau bangsawan jika melihat luasan struktur dan temuan lepas (fragmen tembikar dan keramik) yang ada," ungkapnya.

Kendati begitu, BPCB Jatim belum berencana melakukan ekskavasi situs permukiman Majapahit di Dusun Pakis Kulon. "Akan kami laporkan ke atasan saya dulu, nanti kebijakannya seperti apa kami kabarkan. Idelanya diekskavasi, tapi kami harus lapor pimpinam lebih dulu," tandasnya.

Situs purbakala ini ditemukan Basuki Slamet sekitar tiga minggu yang lalu. Saat itu Basuki menggali tanah untuk menguruk pondasi kandang bebek miliknya. Situs tersebut berada di kebun milik Mulyanto, kakak kandung Basuki. Temuan ini dilaporkan ke Pemerintah Desa Pakis.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kepakasian yang dibentuk Pemerintah Desa Pakis melakukan penggalian secara acak di lima titik kebun milik Mulyanto. Di lima titik penggalian nampak bangunan yang tersusun dari bata merah kuno. Setiap bata mempunyai dimensi 31 x 21 x 6 cm.

Pada titik penggalian paling barat tersingkap struktur berbentuk panjang. Struktur ini tersusun dari 8 lapis bata merah dengan ketebalan sekitar 60 cm. Bangunan kuno ini diperkirakan terhubung dengan temuan di sebelah utara. Karena bentuknya sama, yakni menyerupai pondasi yang mengelilingi kebun seluas 40x30 meter.

Sementara di bagian tengah kebun, terdapat bangunan yang berbentuk mirip lantai rumah. Karena struktur ini tersusun dari bata merah yang cukup luas dan datar.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed