detikNews
Senin 24 Juni 2019, 14:59 WIB

Komunitas Ini Membuat Kamus Bahasa Using

Ardian Fanani - detikNews
Komunitas Ini Membuat Kamus Bahasa Using Komunitas Sengker Kuwung Blambangan membuat kamus bahasa using/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Komunitas Sengker Kuwung Blambangan (SKB) Banyuwangi membuat pengembangan kamus Bahasa Using (Bahasa suku khas masyarakat Banyuwangi). Ini sebagai bentuk pelestarian bahasa Using.

Tak hanya sebagai pelestarian saja, masyarakat bisa berkontribusi memasukkan kosakata baru untuk melengkapi hal kamus kebanggaan masyarakat Banyuwangi ini.

Kamus ini merupakan pembaruan dari kamus Bahas Using yang diciptakan sejarawan Hasan Ali. Ahli waris, Emilia Contessa, telah mempercayakan kepada SKB untuk meneruskan perjuangan ayah dari artis tersebut untuk mempertahankan dan meneruskan pelestarian bahasa khas Banyuwangi ini.

"Database awal daftar kosakata Using menggunakan kamus Bahasa Using versi Hasan Ali. Kami telah mengantongi izin Emilia Contessa selaku ahli waris Hasan Ali," ujar Antariksawan Yusuf, Ketua SKB kepada wartawan, Senin (24/6/2019).

Kamus daring ini sebenarnya sudah dibuat sejak tahun 2015. Aplikasi gawai kamus hanya berbentuk dari Bahasa Using ke Bahasa Indonesia. Namun seiring dengan perkembangan waktu, aplikasi yang dibuat oleh dosen dan mahasiswa Politeknik Negara Banyuwangi (Poliwangi) ini dimutakhirkan dengan memberikan layanan informasi dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Using.


"Ini diharapkan bisa membantu masyarakat luas mempelajari Bahasa Using," tambahnya.

Tak hanya itu, masyarakat pun bisa berkontribusi menambah kosakata baru bahasa Using. Untuk memasukkan kosakata baru, masyarakat harus membuat akun dan masuk ke halaman manajemen konten. Konten yang dimasukkan masyarakat luas akan diseleksi admin dari SKB.

"Yang memasukkan kosakata dilihat profilnya, karena memengaruhi dialek. Misal paran (apa), pengucapan bakunya paran, tapi ada yang mengucapkan paren atau paen" pungkas Antariksawan.

Pembuatan aplikasi dilakukan oleh 5 orang mahasiswa program studi D3 Teknik Informatika Poliwangi dengan pembiayaan dari SKB. Versi baru ini dirancang sejak September 2018, kini aplikasi tengah dipersiapkan untuk diunggah sebagai versi beta.

Mahasiswa pemimpin proyek Tusfendi menjelaskan terdapat 3 aplikasi yang dibangun. Aplikasi gawai dengan OS Android, aplikasi website back end dan website front end.


Aplikasi gawai berisi kamus luring yang tidak akan mendapatkan koleksi kosakata bila ada pembaruan. Aplikasi website back end menjadi tempat masyarakat mengusulkan kosakata dan artikel baru serta persetujuannya oleh admin.

Sementara aplikasi website front end menampilkan kosakata kamus dan artikel yang tersimpan dalam database terupdate. Kosakata Using, deskripsi, daerah yang menggunakan, contoh kalimat dan arti contoh kalimat itu dalam Bahasa Indonesia.

"Rencana akan ditambahkan suara pengucapan kata berbahasa Using itu," kata pemuda yang biasa dipanggil Fendi ini.

Rekannya dalam proyek ini Defri Dava Wardana, Siti Nur Ilmiyah, Abi Sarirayndra, dan Velanda Aden Pradipta. Produk mahasiswa semester 3 dan 4 itu ditargetkan tuntas akhir tahun ini.

Dia mengatakan mengerjakan aplikasi kamus juga sebagai bentuk kontribusinya dalam pengembangan bahasa daerah. Menurutnya aplikasi yang dibuatnya lebih fleksibel daripada yang lama karena menerima masukan kosakata baru dari masyarakat Using sendiri.

"Diharapkan dengan adanya website ini, bisa jadi wadah buat ikut serta melestarikan budaya dan bahasa asing," pungkas Fendi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed