detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 21:17 WIB

Kenduri 1.000 Tumpeng di Haul Bung Karno, Sukmawati Baca Puisi

Erliana Riady - detikNews
Kenduri 1.000 Tumpeng di Haul Bung Karno, Sukmawati Baca Puisi Kenduri 1.000 tumpeng di haul Bung Karo (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Kenduri 1000 Tumpeng digelar di areal Makam Bung Karno. Acara yang digelar dalam rangka Haul ke-49 Bung Karno ini diwarnai pembacaan puisi oleh Sukmawati Soekarno Putri.

Tumpeng yang dijajar sepanjang dua kilometer ini, dimulai dari depan MBK Jalan Soekarno sampai Istana Gebang, Jalan Sultan Agung Kota Blitar. Sejak pukul 17.00 wib, ribuan warga sudah duduk rapi di depan tumpeng yang mereka buat sendiri.

Kenduri ini tak hanya bagi warga Blitar. Panitia juga menyediakan ratusan tumpeng nasi kuning lengkap lauk pauk bagi peziarah dari luar kota.

Namun beberapa peziarah dan warga tak sabar menunggu acara yang belum dimulai. Padahal waktu sudah menunjukkan hampir pukul 19.00 wib. Sementara, undangan resmi tertulis acara dilaksanakan pukul 18.00 wib.


Pantauan detikcom, banyak warga sudah menikmati tumpeng didepan kelompok mereka masing-masing. Ini terjadi di kelompok peziarah dan warga Blitar yang lokasinya jauh dari panggung utama.

"Kelamaan nunggu. Saya sudah disini sejak jam lima tadi. Ini anak istri sudah pada ngeluh lapar. Ya udah kami makan duluan aja," kata peziarah asal Pekalongan, Jamal pada detikcom, Kamis (20/6/2019).

Sekitar pukul 19.15 wib, panitia baru membuka acara untuk dimulai secara resmi. Hadir dalam acara ini perwakilan Kemenkeu, Kemendagri dan Menko PMK RI. Sementara dari keluarga Soekarno, hadir Sukmawati yang didampingi anggota DPD RI asal Bali Arya Wedakarna. Juga hadir Bupati Blitar Rijanto, Plt Wali Kota Blitar Santoso dan Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar.

Plt Wali Kota Blitar Santoso menyampaikan, kenduri ini untuk simbol kebersamaan, kerakyatan dan kegotong royongan. Santoso berpesan, Bangsa Indonesia jangan sampai melupakan sejarah agar tidak kembali terpuruk dalam kehidupan berbangsa.

"Bung Karno berpesan, bangsa Indonesia dulu pernah diadu domba dengan politik devide et impera. Sampai saat inipun, banyak pihak yang menginginkan Indonesia terpecah belah. Untuk itu, dengan selalu mengingat sejarah, jika negara memanggil, kita kesampingkan dulu segala kepentingan kelompok," kata Santoso dalam sambutannya.

Sementara Sukmawati dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kota Blitar. Bagi keluarga Soekarno, Haul BK yang digelar tiap tahun sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan tinggi bagi ayahnya.


Sukmawati juga membacakan puisi berjudul 'Ayah'. Puisi itu karya almarhum suaminya, Muhammad Hilmy Syarief yang meninggal dunia karena sakit.

"Puisi ini karya cipta almarhum suami saya. Yang sangat mencintai dan menghormati ayah mertuanya, Soekarno," pungkasnya.

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Plt Wali Kota Blitar Santoso yang diserahkan kepada staf deputi kemenko PMK . Dan pemotongan tumpeng kedua dilakukan Sukmawati yang diserahkan ke Bupati dan Plt Wali Kota Blitar.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed