detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 20:15 WIB

Asmara Diduga Jadi Motif Penyebaran Foto Napi Lapas Lowokwaru di Medsos

Muhammad Aminudin - detikNews
Asmara Diduga Jadi Motif Penyebaran Foto Napi Lapas Lowokwaru di Medsos Lapas Lowokwaru, Kota Malang/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Asmara diduga menjadi latar belakang penyebaran foto aktivitas narapidana Lapas Klas I Lowokwaru, Kota Malang di media sosial. Kebenarannya masih didalami petugas, termasuk memburu pengunggah foto.

"Kami sudah lakukan penyelidikan, dan menemukan nama Indra Sugianto. Meski membantah telah memposting, Indra menduga ada motif asmara di balik unggahan itu," kata Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Klas I Lowokwaru Giyono kepada wartawan di kantornya, Kamis (20/9/2019).

Dalam keterangannya, Indra mengaku mengenal Karnoto yang ia duga sebagai pengunggah foto-foto itu. Kemudian Karnoto merupakan warga binaan yang telah bebas awal Juni 2019 lalu.


"Ada dugaan latar belakang asmara, berdasarkan pengakuan dari Indra Sugianto. Jika Karnoto bekas rekannya, yang sudah bebas menyukai istrinya," beber Giyono.

Selama interogasi, Indra Sugianto membantah sebagai pemilik akun yang posting foto-foto tersebut di media sosial. Indra justru menduga Karnoto sebagai pengunggah.

"Indra ini membantah yang memposting. Malah justru menduga pelakunya adalah Karnoto, ketika melihat diksi dari kalimat pada postingan," lanjut Giyono.


Karnoto merupakan mantan teman satu sel Indra. Karnoto ditahan selama 1 tahun 2 bulan atas kasus pencurian. Ia bebas 5 Juni lalu.

Sedangkan Indra merupakan warga binaan kasus narkotika. Ia tengah menjalani hukuman 4 tahun 3 bulan penjara.

Sebelumnya, deretan foto menampilkan aktivitas narapidana Lapas Lowokwaru beredar di media sosial. Adanya foto tersebut membuktikan jika pengamanan Lapas bocor, sampai narapidana bisa memiliki dan menggunakan smartphone.

Pihak Lapas Lowokwaru tidak membantah adanya kebocoran keamanan atas masuknya barang terlarang tersebut. Meski begitu, Giyono menegaskan pihak Lapas sudah melakukan pemeriksaan ketat menggunakan sinar X- ray dan metal detector untuk barang bawaan pembesuk napi. Menurutnya, kekuatan personel tak sebanding dengan jumlah warga binaan yang melebihi daya tampung.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed