detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 19:33 WIB

Foto Napi Beredar di Medsos, Lapas Lowokwaru Mengaku Kecolongan

Muhammad Aminudin - detikNews
Foto Napi Beredar di Medsos, Lapas Lowokwaru Mengaku Kecolongan Foto-foto napi Lapas Lowokwaru yang beredar di media sosial/Foto: Tangkapan Layar
Malang - Foto warga binaan Lapas Klas I Lowokwaru, Kota Malang beredar di media sosial Facebook. Pihak Lapas mengaku kecolongan ada napi yang menggunakan smartphone di Lapas.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Klas I Lowokwaru Giyono mengatakan, pemeriksaan barang bawaan pada warga binaan sudah dilakukan dengan ketat. Tapi karena jumlah warga binaan yang melebihi daya tampung, petugas tidak bisa maksimal dalam pengamanan.

"Kalau pemeriksaan sudah bisa dibilang maksimal Untuk barang bawaan bagi warga binaan. Tetapi dengan kejadian ini, ke depan akan lebih diperketat. Kami tengah proses untuk zero HP dan narkoba," kata Giyono ditemui wartawan di Lapas Klas I Lowokwaru Jalan Asahan, Kota Malang, Kamis (20/6/2019).


Giyono menyampaikan, jumlah warga binaan saat ini mencapai 3.122 orang. Jumlah tersebut melebihi batas tampung Lapas Lowokwaru. Sementara petugas hanya berjumlah 21 orang.

"Belum bisa memang menjamin maksimal 100 persen, kami tengah proses dengan jumlah warga binaan 3.122 yang tentunya melebihi batas," imbuhnya.

Keterbatasan personel tak menjadi alasan Lapas Lowokwaru untuk meningkatkan pengamanan. Dicontohkan oleh Giyono, pemeriksaan menggunakan alat metal detector dan sinar X-ray merupakan upaya meminimalisir adanya barang-barang terlarang masuk.


"Razia dadakan juga sering dilakukan. Kalau dikatakan kecolongan dengan masuknya Hp, memang iya, kami mengakui itu. Tentunya perbaikan ke depan akan dilakukan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Giyono juga menyampaikan hasil penyelidikan internal bahwa tidak ada narapidana bernama Indra Kusuma seperti nama akun pengunggah foto pertama di grup Facebook di Malang.

Namun petugas menemukan warga binaan bernama Indra Sugianto. Diduga foto-foto diambil oleh rekannya bernama Karnoto yang telah bebas pada 5 Juni 2019 lalu.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com