detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 12:13 WIB

Alasan Polisi Tahan 2 Pria Meski Identitas Tengkorak Terbakar Belum Terungkap

Enggran Eko Budianto - detikNews
Alasan Polisi Tahan 2 Pria Meski Identitas Tengkorak Terbakar Belum Terungkap Tengkorak manusia bekas dibakar ditemukan/Foto: Istimewa
Mojokerto - Tes DNA tak kunjung tuntas membuat polisi belum berani memastikan identitas tengkorak terbakar di Mojokerto. Meski, polisi sudah menahan 2 pria sebagai tersangka pembunuhan. Ini dilakukan karena mempunyai bukti kuat.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, pihaknya meringkus 3 pria diduga membunuh dan membakar wanita berinisial SR (55) warga Kecamatan Buduran, Sidoarjo. SR yang hilang sejak 1 Mei 2019 diduga dibunuh, lalu jasadnya dibakar pelaku hingga tersisa tengkorak dan beberapa tulangnya saja.

Ketiga pria tersebut berinisial WY (26), menantu tiri SR asal Kecamatan Buduran, serta ML (23) dan MI alias LM (20), warga Kecamatan Trawas, Mojokerto yang merupakan teman akrab WY. Mereka diringkus pada Senin (3/6). Kini status mereka sudah menjadi tersangka pembunuhan SR.

Namun hingga kini, polisi hanya menahan WY dan ML. Sementara MI disangka dengan Pasal 181 KUHP tentang menghilangkan mayat untuk menyembunyikan kematian seseorang. Ancaman hukuman 9 bulan penjara dalam pasal itu membuat MI tak ditahan. Dia dinilai hanya berperan membantu membakar mayat SR.

Penahanan WY dan ML menimbulkan tanda tanya. Betapa tidak, tengkorak terbakar yang ditemukan di kebun Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Mojokerto belum bisa dipastikan jasad SR. Karena sampai saat ini tes DNA belum juga keluar hasilnya.


Meskipun ketiga pelaku mengakui membunuh dan membakar SR, potensi adanya korban lain tetap ada. Bisa saja tengkorak yang ditemukan pencari rumput pada Minggu (2/6) itu milik korban lainnya.

Menjawab persoalan tersebut, Fery beralasan menahan WY dan ML karena keduanya disangka dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Selain berdasarkan pengakuan pelaku, penahanan tersebut juga didukung bukti yang sudah kuat.

"Keduanya kami tahan karena kami kenakan pasal berlapis, pembunuhan dan pencurian, ancaman hukumannya seumur hidup," kata Fery kepada detikcom di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Mojokerto, Kamis (20/6/2019).

Dalam kasus ini, WY diduga menjadi eksekutor pembunuhan SR. Dia menghabisi mertuanya sendiri dengan menjerat leher korban menggunakan sabuk pengaman mobil. Selanjutnya WY meminta bantuan ML untuk membakar tubuh SR di perkebunan Desa Kesemen. Setelah tiga kali membakar jasad SR, barulah ML meminta bantuan MI untuk membakar keempat kalinya.

Fery menjelaskan saat tubuhnya dibakar, bisa jadi SR belum betul-betul tewas. Oleh sebab itu, ML yang membantu membakar SR pertama kali juga dijerat dengan pasal pembunuhan.


"Kenapa keduanya saya kenakan pasal yang sama. Kondisi saat itu apakah korban masih hidup atau mati saat dibakar kan tidak tahu," terangnya.

Sementara terkait pasal pencurian dengan kekerasan yang juga disangkakan kepada WY dan ML, kata Fery, lantaran barang berharga milik SR telah raib. Yaitu sepeda motor Honda Scoopy, perhiasan kalung dan cincin, uang Rp 50 ribu, jam tangan dan ponsel.

"Kalau versinya pelaku saat akan dibakar diambilin barangnya. Dari pengakuan itu kami cek kebenarannya," tandasnya.

Sebuah tengkorak manusia ditemukan Mukadi di areal perkebunan Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Minggu (2/6). Saat itu Mukadi sedang mencari rumput di perkebunan milik sebuah perusahaan. Lokasi penemuan tengkorak manusia ini sekitar 4-5 Km dari permukiman penduduk Desa Kesemen.

Saat ditemukan, tengkorak dalam kondisi hangus bekas dibakar menggunakan bekas ban truk. Selain itu, polisi juga menemukan tulang bagian kaki, tulang telapak dan jari kaki, serta beberapa ruas tulang belakang di lokasi yang sama. Korban diduga seorang wanita yang dibunuh, lalu mayatnya dibakar hingga tinggal tulangnya saja.

Untuk mengungkap identitas tengkorak tersebut, polisi menempuh metode tes DNA. Sampel DNA CH (37), putra SR asal Kecamatan Buduran, Sidoarjo diambil untuk dicocokkan dengan DNA tengkorak. Namun sampai saat ini, tes DNA tak juga tuntas.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed