detikNews
Kamis 20 Juni 2019, 07:55 WIB

Warga Kampung di Mojokerto Ini Gantungkan Hidup dari Sampah Plastik

Enggran Eko Budianto - detikNews
Warga Kampung di Mojokerto Ini Gantungkan Hidup dari Sampah Plastik Sampah Plastik di Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Penampakan hamparan sampah plastik mudah dijumpai di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Mojokerto. Mayoritas penduduk kampung ini menggantungkan hidupnya kepada sampah yang berasal dari pabrik kertas tersebut.

Giman mengaku sudah 26 tahun mengolah sampah plastik. Hamparan sampah itu dia pilah untuk mengais rongsokan yang bernilai ekonomis.

"Dipilah kaleng bekas minuman bahan aluminium Rp 10 ribu/kg, plastik Rp 1.400/kg, kaleng Rp 1.500/kg," kata pria yang juga menjabat Ketua RT 1 RW 1 Dusun Ploso, Desa Bangun ini saat dikonfirmasi, Kamis (20/6/2019).

Bapak tiga anak ini menjelaskan, sampah plastik tersebut dia dapatkan dari pabrik kertas di Jatim secara cuma-cuma. Salah satunya PT Pakerin yang berdiri di kampungnya.


Setelah dipilah, plastik yang tidak laku dijual sebagai rongsokan dijual Giman kepada pengusaha tahu. Sampah plastik digunakan untuk bahan bakar.

"Penghasilan kalau musim hujan Rp 1 juta sehari dapat. Kalau kemarau Rp 100 ribu per hari. Itu hasil penjualan sampah kering. Satu kranjang harganya Rp 5 ribu," terangnya.

Hal senada dikatakan Ami, warga Desa Bangun yang juga mengolah sampah plastik. Menurut dia, rata-rata 10 truk sampah plastik masuk ke Desa Bangun. Asalnya dari pabrik kertas yang ada di Jatim.

"Satu truk kalau dipilah bernilai Rp 750 ribu. Dari memilah plastik, almini dijual rongsokan," ungkapnya.


Karena keuntungan yang dihasilkan cukup menggiurkan, kata Ami, saat ini sekitar 26 keluarga menggeluti bisnis pengolahan sampah plastik. Sementara warga lainnya bekerja sebagai tukang pilah rongsokan dari sampah plastik.

"Warga sini hidup dari sampah, bisa mencukupi kebutuhan keluarga," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed