detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 12:17 WIB

6 Bulan, 4 Balita di Ponorogo Terluka Bakar Akibat Kelalaian Orangtua

Charoline Pebrianti - detikNews
6 Bulan, 4 Balita di Ponorogo Terluka Bakar Akibat Kelalaian Orangtua RSUD dr Harjono Ponorogo (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo - RSUD dr Harjono Ponorogo selama 6 bulan terakhir menangani 4 pasien balita luka bakar atau combustio. Penyebabnya, karena kelalaian orang tua.

"Sebab yang kena (luka bakar) usianya masih balita, masih belajar berjalan hingga rasa penasarannya tinggi. Orang tua harus ekstra mengawasi anak terutama saat berada di dapur," tutur Kabid Pelayanan Medik RSUD Dr Harjono Ponorogo dr Siti Nurfaidah saat dikonfirmasi, Rabu (19/6/2019).

Mayoritas seluruh kasus dilatarbelakangi kelalaian orang tua. Terutama lemahnya saat mengawasi anak terhadap air mendidih, pestisida dan air keras.

"Terbaru, kami menerima 3 pasien balita yang mengalami luka bakar akibat air mendidih," jelasnya.


Nahasnya, satu dari 3 orang pasien tersebut kini kondisinya tengah menurun. Yakni Arif Nur Hasan (17 bulan) yang mengalami luka bakar 47 persen.

"Kalau 2 yang lain, pasien kemungkinan besar sembuh dan kondisinya baik," terangnya.

Maraknya kasus balita yang terkena kecelakaan di dalam rumah, lanjut Siti, harus jadi warning bagi orang tua untuk mengawasi kegiatan anaknya yang masih berusia balita.

"Kami juga mengimbau orang tua untuk menjauhkan dari benda berbahaya," paparnya.


Siti mengimbau satu-satunya tindakan utama ketika menjumpai kasus anak terkena luka bakar, orang tua diminta segera mengalirkan kalori panas dengan cara merendam ke air.

Luka bakar yang diolesi pasta gigi, kecap, dan sejenisnya tidak direkomendasikan dalam dunia kesehatan. Usai melakukan tindakan utama segera mengirim si buah hati ke rumah sakit ataupun puskesmas.

"Jangan dikasih macam-macam, langsung bawa ke rumah sakit," pungkas dia.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed