detikNews
Rabu 19 Juni 2019, 11:43 WIB

Umpan Pancing Berbahan Timah dari Banyuwangi Tembus Pasar Mancanegara

Ardian Fanani - detikNews
Umpan Pancing Berbahan Timah dari Banyuwangi Tembus Pasar Mancanegara Umpan pancing berbahan timah/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Timah bekas bisa disulap menjadi barang yang bermanfaat. Bahkan bisa mendatangkan keuntungan puluhan juta rupiah.

Timah bekas yang dibeli dari pedagang besi tua di Banyuwangi itu disulap menjadi metal jig atau umpan pancing buatan. Produksi kreatif itu dilakukan oleh satu keluarga di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Dari rumah tersebut, umpan pancing berbahan timah itu sudah tersebar di pasar lokal bahkan hingga dikirim ke luar negeri.

Para pemancing dari Bali, Lombok, Surabaya dan Jakarta juga memburu metal jig yang dilabeli 'Necker Jig Nyet-Nyot' itu. Umpan buatan itu juga sudah dikirim ke Selandia Baru, Australia, Malaysia hingga Africa Selatan.

"Kita sudah mengirim metal jig ke mancanegara. Mulai Malaysia, Australia, Selandia Baru hingga Afrika Selatan. Untuk seluruh nusantara juga sudah, Papua, Kalimantan, Bali hingga Jawa," ujar Wawang, juru bicara home industri metal jig Banyuwangi kepada detikcom, Rabu (19/6/2019).


Jika dilihat sekilas, metal jig bikinan keluarga itu mirip mainan anak-anak. Namun setelah diamati secara detail ternyata itu adalah umpan pancing berbahan baku timah alias metal jig. Home industri ini memproduksi metal jig berbentuk ikan dan cumi dengan berbagai ukuran.

Untuk prosesnya juga mirip dengan pembuatan patung dari timah. Pertama, kata Wawan, timah dilebur dahulu dan dicetak dengan bentuk dan ukuran tertentu. Kemudian dihaluskan dan diamplas. Setelah halus, baru lanjut ke proses pengecatan dan penempelan stiker.

"Itu juga dikasih bubuk Phospor agar menyala di dalam air. Terakhir, ditambahkan mata biar lebih real, kemudian masuk proses penyemprotan anti gores. Selesai dan packing," katanya.

Usaha tersebut dimulai sejak 2015 lalu di Banyuwangi. Keluarga tersebut mampu memproduksi sekitar 1.500 buah metal jig per bulan. Hingga saat ini mereka belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Jika permintaan meningkat, mereka hanya mampu memproduksi 2.000 buah metal jig.

Umpan buatan tersebut dijual dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 80 ribu. Harga itu disesuaikan dengan ukuran dan berat dari metal jig itu. Ukuran terkecil seberat 40 gram hingga ukuran paling besar dengan berat 600 gram alias 6 ons.


Untuk memproduksi 1.500 unit umpan metal jig, home industry itu membutuhkan 300 kilogram bahan baku seharga Rp 7 juta. Selain timah, dia juga membutuhkan sejumlah bahan baku lain. Seperti cat mobil, stiker, hingga bubuk fosfor. Per bulan dirinya bisa meraup untung hampir Rp 50 juta.

"Jika ditotal biaya produksi 1.500 unit metal jig ini sekitar Rp 12 juta. Itu sudah termasuk ongkos pengerjaannya," tambahnya.

Selain melayani pesanan toko di Surabaya dan Bali, umpan buatan itu juga dijual secara online melalui media sosial dan toko online.

Salah satu pembeli metal jig, Rendra Kurnia mengaku selalu membeli umpan buatan tersebut. Menurutnya, hasil produksinya rapi dan mirip dengan ikan asli. Selain itu dengan harga umpan yang murah dirinya kerap mendapatkan ikan dengan mudah.

"Kalau dulu pakai umpan ikan dan udang. Kemudian pakai ini kok enak dan gampang dapat ikan. Sebab umpan itu, semakin berkilauan, semakin menarik perhatian ikan. Semakin nyata, ikan mudah tertipu dan memakannya," pungkasnya.


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed