detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 18:25 WIB

Kesaksian Penumpang dan ABK Saat Kapal Diterjang Ombak Hingga Tenggelam

Ahmad Rachman - detikNews
Kesaksian Penumpang dan ABK Saat Kapal Diterjang Ombak Hingga Tenggelam Salah satu saksi penumpang yang selamat/Foto: Ahmad Rachman
Sumenep - Kecelakaan laut yang menimpa kapal motor Arim Jaya di Perairan Sumenep sangat mencekam. Penumpang mengaku syok dengan hantaman gelombang tinggi yang menerjang perahu yang mereka tumpangi. Tak hanya itu, mereka juga terombang-ambing di lautan tanpa menggunakan pelampung.

Hal tersebut diungkapkan salah satu penumpang Atnawi. Menurutnya, kejadian kapal saat terbalik sangat mencekam. Dua gelombang yang menghantam langsung membuat perahu terbalik. Saat itu, penumpang panik dan bingung harus berbuat apa.

"Dua gelombang. Gelombang pertama kecil selanjutnya gelombang kedua yang membuat kapal terbalik," ujar Atnawi saat ditemui di RSUD Sumenep, Selasa (18/6/2019).

Kejadian terbaliknya kapal itu sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (17/6). Kapal yang sedianya bersandar di Pelabuhan Kalianget harus terbalik di Perairan Barat Daya Pulau Giri setelah terhantam ombak besar.


"Dari Gowa-gowa ke Kalianget itu melewati pulau-pulau. Sepudi, Raas Giri dan Sapeken. Namun saat di Giri Barat Daya, kena gelombang besar. Pertama kecil terus besar jatuh semua," tambahnya.

Menurut Atnawi, penumpang kapal tersebut berkisar 50-an orang. Itu menurutnya data dari kepala desa yang sempat dia tanya. Dirinya menyayangkan penumpang tidak disediakan pelampung. Untuk menyelamatkan diri, mereka terpaksa berpegangan di pinggir perahu yang terbalik.

Salah satu ABK yang selamat/Salah satu ABK yang selamat/ Foto: Ahmad Rachman

"Tidak ada pelampung. Masing-masing mencari keselamatan pegangan pinggir perahu. Ada juga pegang di kerah orang saat kapal langsung terbalik semua," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan salah satu anak buah kapal (ABK) Kapal Marwi. ABK ini sedang berada di kamar mesin saat kejadian. Dirinya mengetahui kapal terbalik saat kapal terlihat miring.


"Saat itu mesin masih hidup tahu-tahu miring dan terbalik. Saya minta tolong tidak ada yang menggubris," ujarnya.

Dirinya mengetahui masih banyak penumpang yang terperangkap di dalam kapal. Saat itu dia terombang-ambing berpegangan kapal selama 2 jam lebih. Namun dirinya membantah jika tak ada pelampung di kapalnya.

"Pas kejadian saya masih di perahu. Di atasnya banyak orang yang korban masih di dalam yang tewas itu. Kalau pelampung ada, tapi ndak sempat pakai," tambahnya.

Marwi mengaku tidak mengetahui jumlah persis penumpang kapal. Sebab kapal tersebut tidak memberlakukan tiket. Jumlah penumpang biasanya baru bisa dihitung saat turun di pelabuhan terakhir.

"Penumpang ndak dihitung jadi endak tahu. Nanti kalau sampai baru tahu soalnya bayar terakhir tidak ada karcis," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed