detikNews
Selasa 18 Juni 2019, 09:45 WIB

Jumlah Kecelakaan Saat Operasi Ketupat Semeru 2019 di Banyuwangi Turun

Ardian Fanani - detikNews
Jumlah Kecelakaan Saat Operasi Ketupat Semeru 2019 di Banyuwangi Turun Operasi Ketupat Semeru 2019 di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Operasi Ketupat Semeru 2019, jumlah kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi menurun drastis. Penurunannya mencapai 53 persen dibanding tahun 2018 lalu. Polres Banyuwangi baru saja menutup operasi Ketupat Semeru 2019, karena arus balik Lebaran dinilai baru usai Minggu (16/6/2019).

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi mengatakan, pihaknya sengaja menutup operasi Ketupat Semeru 2019 di Banyuwangi melebihi jadwal yang ditentukan aparat kepolisian. Karena arus balik Lebaran di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi molor.

"Kita memang sengaja menutup kemarin. Karena kita prediksi arus balik akan molor di pelabuhan. Aparat tetap berjaga hingga kemarin," ujar kapolres kepada detikcom saat dikonfirmasi, Selasa (18/6/2019).

Kapolres bersyukur karena selama operasi ketupat Semeru 2019 digelar di Banyuwangi tidak ada kejadian menonjol yang bersifat besar dan mengancam dalam skala besar. Sehingga, pelaksanaan operasi ketupat semeru berjalan dengan baik.

"Sesuai dengan prediksi kita, tidak ada bentuk ancaman seperti ancaman terorisme atau ancaman mengenai pemudik. Mudah-mudahan seterusnya berlangsung aman dan kondusif," terangnya.

Untuk evaluasi arus mudik dan balik Lebaran, kata Kapolres Taufik, jumlah kecelakaan menurun hingga 53 persen. Ada 9 kejadian kecelakaan yang terjadi mulai 29 Mei sampai 10 Juni 2019.


"Dari kejadian itu ada 1korban meninggal dunia, satu orang luka berat dan 13 luka ringan dengan kerugian materiil mencapai Rp 19 juta. Penyebabnya kecelakaan lalu lintas melanggar rambu dan marka jalan. Kemudian menyalip tidak aman di tikungan, kemudian faktor kendaraan dan faktor manusia kelelahan dan mengantuk," ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan selama pelaksanaan operasi ketupat tahun 2018 lalu, ada penurunan yang cukup signifikan. Jika pada tahun 2018 silam, tercatat ada 19 kejadian kecelakaan dengan korban meninggal dunia 1 orang, korban luka berat 8 orang, dan 20 orang korban luka ringan.

"Secara kuantitas dan kualitas memang ada penurunan, hanya untuk korban meninggal dunia masih tetap," jelas Kapolres Taufik.

Meski ada beberapa titik yang terjadi penumpukan kendaraan seperti di ruas jalan raya depan pasar Rogojampi, dan beberapa tempat wisata lantaran antusias warga saat libur Idul Fitri 2019 lalu. Hal tersebut masih ramai lancar dan bisa teratasi dengan baik.

Sebelum menggelar operasi ketupat Semeru 2019. Polres Banyuwangi mulai memetakan daerah rawan macet, rawan kecelakaan dan kerawaan lainnya saat arus mudik dan balik lebaran tahun ini. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Banyuwangi telah mendirikan 24 pos Lebaran.

Jumlah itu lebih banyak dibanding saat Lebaran tahun lalu yang hanya mendirikan 17 pos lebaran. Dalam operasi bersandi Ketupat Semeru 2019 ini. Polres Banyuwangi mendirikan 24 pos Lebaran yang terdiri dari satu pos terpadu, tujuh pos pengamanan dan 16 pos pelayanan yang tersebar di seluruh Banyuwangi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed