detikNews
Senin 17 Juni 2019, 13:38 WIB

Enam Bangunan eks Pasar Pon Dibongkar Satpol PP Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Enam Bangunan eks Pasar Pon Dibongkar Satpol PP Trenggalek Pemkab Trenggalek Eksekusi Enam Bangunan Eks Pasar PON/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Pemkab Trenggalek mengeksekusi enam bangunan toko di bekas Pasar Pon. Eksekusi dilakukan lantaran pemilik toko tidak kunjung melakukan pengosongan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Enam bangunan toko tersebut berada di bekas komplek Pasar Pon Trenggalek Jalan RA Kartini, Panglima Soedirman dan Jalan Dewi Sartika. Sebelum dibongkar Satpol PP terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada pemilik toko untuk mengeluarkan barang-barangnya dari dalam bangunan.

Proses eksekusi berlangsung lancar, pemilik toko mengerahkan sejumlah pekerja untuk melakukan pengosongan seluruh isi yang ada di dalam toko. Bahkan proses pengosongan sempat dibantu oleh petugas Satpol PP.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Trenggalek, Ulang Setyadi mengatakan, proses eksekusi ini terpaksa dilakukan karena pemiliknya tidak kunjung melakukan pengosongan sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Padahal sebelumnya pemerintah daerah melalui Satpol PP dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) Trenggalek telah berulang kali memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis.

"Kami seharusnya sudah sejak kemarin-kemarin, tapi karena berbagai pertimbangan termasuk kemanusiaan, maka kami beri waktu yang kira-kira wajar," kata Ulang Setyadi saat dikonfirmasi, Senin (17/6/2019).

Namun dengan pemberian batas toleransi waktu pengosongan, pemilik toko masih belum melakukan pengosongan secara total, hingga akhirnya pemerintah daerah mengambil tindakan eksekusi.


Pengosongan tersebut merupakan tahapan yang harus dilakukan Pemkab Trenggalek karena proses pembangunan Pasar Pon yang baru akan segera dimulai. Padahal kata dia, seluruh pedagang lain telah berpindah ke tempat relokasi sementara di Terminal MPU Trenggalek.

"Sekarang sudah tidak ada waktu tambahan lagi, sehingga apabila harus tergesa-gesa atau ada barang yang rusak akibat proses eksekusi bukan salah kami, karena kami sudah memberikan banyak waktu, untuk melakukan pengosongan," jelasnya.

Pihaknya menargetkan, proses pembongkaran enam bangunan sisa Pasar Pon akan selesai pada hari ini.

Sementara Plt Kepala Dinas Komindag Trenggalek Yudi Sunarko, mengatakan setelah pembongkaran bangunan lama pihaknya akan segera melakukan pembersihan lahan. Hal ini sesuai telah sesuai dengan tahapan-tahapan sebelum dilakukan pembangunan fisik.

"Pengelolaan kawasan Pasar Pon ini ada dua pengelolaan, yang pertama adalah komplek pasarnya sendiri yang berada di bawah Diskomindag, serta rencana pengembangan yakni meliputi bekas TK Adyaksa dan kantor BNNK yang berada di bawah Bakeuda," kata Yudi.

Khusus bekas Pasar Pon, pihaknya memastikan hari ini telah klir dan siap dilakukan pembersihan, sedangkan bekas TK Adyaksa dan kantor BNNK belum dilakukan pengosongan karena masih menunggu tempat relokasi yang baru.


"Namun demikian bangunan tersebut kami harus mengikuti jadwal pemerintah pusat. Kalau menang tahun ini sudah ada pembangunan fisik, maka mau tidak mau BNNK harus direlokasi,"

Hal itu dilakukan, karena pembangunan Pasar Pon tersebut merupakan proyek nasional yang dikerjasamakan dengan daerah. Dalam pembangunannya nanti pemda menyediakan lahan sedangkan pemerintah pusat pembangunan fisik

"Pemda bertugas menyediakan lahan, makanya lahannya harus klir dan bersih" imbuhnya.

Rencananya Pasar Pon baru akan dibangun selama dua tahun kedepan dengan sistem multiyears. Pembangunan diprediksi akan menelan anggaran Rp 90 miliar.



Simak Juga 'Polisi Musnahkan Puluhan Balon Udara di Trenggalek':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed