detikNews
Senin 17 Juni 2019, 11:14 WIB

Minuman dan Buah Penghilang Dahaga Saat Kemarau, Legen dan Buah Siwalan!

Ainur Rofiq - detikNews
Minuman dan Buah Penghilang Dahaga Saat Kemarau, Legen dan Buah Siwalan! Seorang pedagang sedang mengupas buah siwalan/Foto: Ainur Rofiq
Tuban - Di musim kemarau, daya pikat minuman legen dan buah siwalan meningkat di Tuban. Minuman putih dan buah berwarna ungu itu terasa lebih segar saat dinikmati musim kemarau.

Banyak masyarakat Tuban yang menanam pohon siwalan. Baik di kebun maupun di pekarangan rumah. Maka tidak heran jika sedang musim panen, banyak penjual legen dan buah siwalan bertebaran.

Bahkan Pemkab Tuban telah membuatkan dan merenovasi lapak-lapak penjual legen dan siwalan. Lapak-lapak tersebut disulap lebih indah dan menarik pembeli.

"Sudah puluhan tahun jualan legen dan siwalan di sini. Alhamdulillah jadi bagus direnovasi depannya jadi nampak indah." Ucap salah satu penjual siwalan dan legen di jalan masuk Kota Tuban Siti (50), Senin (17/6/2019).

Menurut Siti, dari satu pohon siwalan, pemilik bisa mendapatkan 5 hingga 6 liter air legen dalam sekali ambil. Rasanya asam namun sangat segar dan nikmat. Apalagi jika ditambah dengan es batu.

"Kalau musim kemarau itu banyak peminatnya legen maupun siwalannya. Karena sangat segar saat diminum di cuaca yang panas. Ada pula yang sengaja beli banyak untuk oleh-oleh juga," imbuhnya.

Minuman legen dijual dengan harga Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per botol. Sedangkan buah siwalan biasanya dijual dengan dikupas terlebih dahulu. Harganya bervariasi tergantung isi per bungkusnya dan besar kecilnya ukuran buah tersebut.


"Rata-rata kita jual perbungkus plastik, ada yang isi tiga, lima, kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu harganya. Kalau legen satu botolnya 10 ribu," lanjutnya.

Di musim kemarau, dalam sehari para pedagang rata-rata bisa menjual 100 hingga 300 buah siwalan. Seorang pembeli asal Jombang Sholikin (30) mengaku sengaja membeli siwalan untuk buah tangan dari Tuban.

"Ya oleh-oleh yang murah meriah ini legen dan siwalan. Tadi pas main ke tempat wisata di pantai boom terus mau pulang melintasi Jalan Manunggal ini, kita mampir dulu," kata Sholikin.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed