detikNews
Senin 17 Juni 2019, 09:23 WIB

Pembunuhan Oleh Suami yang Gadaikan Istrinya Rp 250 Juta Terbilang Kejam

Hilda Meilisa - detikNews
Pembunuhan Oleh Suami yang Gadaikan Istrinya Rp 250 Juta Terbilang Kejam Hori, suami penggadai istri Rp 250 juta (Foto: Istimewa)
Lumajang - Pembunuhan salah sasaran yang dilakukan Hori, pria yang menggadaikan istrinya Rp 250 juta terbilang sangat kejam. Hori menyabet korban dengan celurit beberapa kali.

Korban adalah Hola (sebelumnya ditulis Muhammad Toha) yang tak lain masih kerabat Hori sendiri. Saat itu sekitar pukul 20.00 WIB, Hori sempat berpapasan dengan Hola. Hori mengira itu Hartono, pria yang menjadi target pembunuhannya.

Tak berpikir panjang, Hori langsung menyabetkan celuritnya ke punggung Hola. Bacokan itu pun sampai menembus dalam tubuh Hola. Dia juga sempat menarik celurit dan menyabetkan lagi hingga dua kali.

"Itu luar biasa dibacok sampai ke dalam dan ditarik itu dua kali," kata Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban kepada detikcom saat dikonfirmasi, Senin (17/6/2019).


Saking dalamnya, Arsal menyebut luka bacok tersebut juga menembus paru-paru. Sementara bekas luka bacokan mencapai 29 cm. Tak hanya itu, bacokan Hori juga menyebabkan empat tulung rusuk dan tulang punggung Hola patah.

"Sampai luka bacoknya panjangnya 29 cm dan tembus sampai ke paru-paru. Tulang rusuknya 4 patah dan tulang belakangnya juga patah karena kan ditarik sama celurit, dua kali," papar Arsal.

Kondisi Hola yang dicelurit pun langsung lemas dan sempoyongan. Saat itu, kakak Hola yang bernama Holi yang juga sedang di lokasi mempertanyakan perlakuan Hori. Ternyata Hori pun meminta maaf karena baru menyadari jika salah sasaran.

"Kemudian sempoyongan mau jatuh terus si Hola mau dipukul satu lagi, kakaknya langsung menghalangi adiknya yang mau digorok. Dia mempertanyakan kenapa dipukul akhirnya Hori minta maaf karena salah sasaran," imbuhnya.

Sebelumnya, kasus ini sempat mencuat lantaran Hori meminjam uang kepada Hartono sebesar Rp 250 juta. Sebagai jaminan, Hori menyerahkan istrinya kepada Hartono. Istri akan dikembalikan ke Hori bila dia telah melunasi utangnya. Selama Hori belum melunasi utangnya, maka istrinya akan tetap bersama Hartono.


Satu tahun berlalu, Hori ingin menebus utangnya kepada Hartono. Tapi Hori tak mempunyai uang. Hori bermaksud menebus utangnya dengan sebidang tanah agar istrinya bisa diambil. Namun niat Hori tak diterima Hartono. Hartono tak ingin uangnya ditebus dengan sebidang tanah, harus ditebus dengan uang. Penolakan itu membuat Hori kecewa.

Karena kecewa, Hori akhirnya merencanakan pembunuhan. Niat Hori membunuh ternyata berakhir salah sasaran. Hori melihat seseorang mirip Hartono dan dibacoklah orang itu dari belakang. Hori kemudian sadar bahwa orang yang dibacoknya bukan Hartono, tetapi pria yang akhirnya diketahui bernama Hola. Hola tewas dalam perjalanannya ke rumah sakit.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed