detikNews
Minggu 16 Juni 2019, 13:25 WIB

Gelaran Aksi Tolak Kerusuhan di Daerah Ini, Long March Hingga Gowes Bareng

M Rofiq, Ainur Rofiq, Deny Prastyo, Eko Sudjarwo - detikNews
Gelaran Aksi Tolak Kerusuhan di Daerah Ini, Long March Hingga Gowes Bareng Warga Probolinggo longmarch 7 km (Foto: M Rofiq)
Probolinggo, Tuban, Gresik, Lamongan - Seluruh jajaran kepolisian resor (Polres) Probolinggo bersama masyarakat melakukan 'longmarch' sejauh kurang lebih 7 kilometer.

Massa menelusuri jalanan perkampungan atau "Aleng-aleng Kampung" , sembari melakukan kampanye damai dan menolak ajakan demo, serta menolak adanya kerusuhan pasca pemilihan umum 2019.

Maraknya hoaks, serta kian santernya ujaran kebencian yang sengaja disebar ke media sosial oleh pihak tak bertanggung jawab menjadi atensi serius polis guna meredam konflik di masyarakat.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto meminta masyarakat lebih pintar dalam menerima informasi dengan memilah mana informasi yang benar dan oaks.

"Mari kita turunkan emosi, untuk menolak semua ajakan demo maupun kerusuhan atas penolakan hasil Pilpres yang di sengketakan di Mahkamah Kostitusi, saya berharap semua warga Probolinggo bisa menjaga kedamaian NKRI," ujar Eddwi, Minggu (16/6/2019).


Colour runColour run (Foto: M Rofiq)

Usai "Longmarch" , masyarakat bersama kepolisian yang juga diikuti unsur TNI, langsung membubuhkan tanda tangan di atas banner putih, sebagai bentuk mendukung perdamaian dan menolak ajakan kerusuhan.

Sementara hal berbeda dilakukan Polres Probolinggo Kota. Masyarakat bersama Forkopimda menggelar "Colour Run". Colour Run dipilih sebagai wujud kecintaan, terhadap Negara Indonesia.

Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal mengatakan filosofi warna - warni colour run merupakan bentuk keragaman namun tetap dalam bingkai kebersamaan sebagai bangsa Indonesia.

"Kami ingin masyarakat tetap rukun dan damai, dalam jalinan bhineka tunggal ika atau berbeda-beda suku bangsa namun tetap satu jua,"kata Alfian.

Oleh karenanya Alfian mengimbau masyarakat, agar tetap damai dan sama-sama menolak segala upaya, yang dapat membenturkan sesama warga Indonesia.

Di Tuban, muspida bersama kaum milenial gowes bareng menyusuri jalanan kota sambil menyerukan Tuban Bumi Wali yang damai dan harmonis.


Warga Tuban gowes barengWarga Tuban gowes bareng (Foto: M Rofiq)

Mereka menolak adanya kerusuhan di negeri tercinta Indonesia meski pada pemilu lalu ada perbedaan pilihan. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono bersama para muspida, anggota TNI dan Polri juga turut menyerukan Deklarasi tolak kerusuhan.

Kegiatan yang digelar minggu pagi sebagai wujud bersama memperteguh komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas selama bergulirnya sidang sengketa pemilu di Mahkamah Konsititusi.

"Event ini merupakan satu diantara pendekatan kepada masyarakat sebagian komitmen untuk tetap menjaga suasana kondusif di Bumi wali Tuban. Serta masyarakat Tuban agar tetap menjaga persaudaraan dan menjunjung tinggi persatuan serta menolak kerusuhan." kata Nanang.

Di Gresik, aks tolak kerusuhan digelar dalam kegiatan jalan sehat di Car Free Day di depan Wahana Ekspresi Pusponegoro di Jalan Jaksa Agung Soeprapto,

Kapolres Gresik AKPB Wahyu S Bintoro, Bupati Gresik Sambari Halim, Wakil Bupati Gresik M Qosim dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Budi Santoso tampak hadir.

Gelaran Aksi Tolak Kerusuhan di Daerah Ini, Long March Hingga Gowes BarengFoto: Istimewa

Wahyu mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mempersatukan kembali kedua kubu usai perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Selain itu kegiatan ini menyongsong HUT ke-73 Bhayangkara.

"Usai menghadapi pemilu 2019, masyarakat kita terpolarisasi dukung 01 dan 02. Untuk itu, kami bersama Forkopimda Gresik bersinergi dengan masyarakat menggelorakan kembali lupakan 01 dan 02. Mari kita bersama-sama merajut tali persatuan, dan kesatuan agar tercipta suasana aman, dan kondusif," kata Wahyu.

"Mari kita tolak segala aksi kerusuhan, maka dari itu bisa memperpecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Wahyu.

Sementara itu, ribuan masyarakat lamongan bersama Forkompinda Lamongan satu suara menggelorakan hastag #TolakKerusuhan di jantung kota Lamongan, tepatnya di Alun-alun Lamongan. Penolakan masyarakat Lamongan ini dikemas dalam acara jalan sehat bareng keliling sejumlah jalan di dalam kota Lamongan.

Selain jalan sehat, aksi menolak kerusuhan dalam bentuk apapun itu juga ditandai dengan aksi pelepasan balon udara bersama sebagai tanda kesepakatan bersama dan sejiwa sebagai bangsa Negara Indonesia yang senantiasa mementingkan persatuan dan kesatuan.

Gelaran Aksi Tolak Kerusuhan di Daerah Ini, Long March Hingga Gowes BarengFoto: Eko Sudjarwo

"Jadi menjelang Hari Bhayangkara tersebut kita mengadakan acara. Kita hari ini selain senam dan olahraga juga kita selingi dengan hastag #tolakkerusuhan yang kita gelorakan bersama dengan masyarakat," kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung.

Menurut Feby, makna dari hastag tersebut adalah melihat dari situasi nasional yang berkembang saat ini pasca pemilu dimana sebelumnya terjadi kerusuhan di 21-22 Mei lalu di Jakarta.

"Kami dari Polres Lamongan dan TNI dalam hal ini Kodim 0812 dan Forkopimda berupaya untuk mengajak masyarakat untuk waspada terhadap provokasi atas adanya potensi kerusuhan-kerusuhan," tandas Feby.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed