detikNews
Minggu 16 Juni 2019, 10:15 WIB

Spanduk Tolak Kerusuhan Hiasi Sudut Kota Surabaya

Hilda Meilisa - detikNews
Spanduk Tolak Kerusuhan Hiasi Sudut Kota Surabaya Spanduk tolak kerusuhan terpasang di sudut jalanan Surabaya (Foto: Istimewa)
Surabaya - Sejumlah spanduk berisikan ajakan menolak kerusuhan menghiasi jalanan Surabaya. Spanduk ini mengajak warga untuk menjaga Surabaya dan Jawa Timur dalam menolak segala bentuk kerusuhan.

Spanduk yang terpasang bertuliskan antara lain #JogoJawaTimur #JogoSurabaya #TolakKerusuhan #UntukIndonesiaDamai, Jogo Jawa Timur Untuk Indonesia, dan Masyarakat Jawa Timur menolak kerusuhan.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan situasi Jatim masih terpantau kondusif. Kendati demikian, upaya preventif tetap dilakukan agar situasi aman dan damai ini tetap terjaga.

"Dalam rangka HUT Bhayangkara, dan masih dalam suasana Idul Fitri kami mengadakan olahraga bersama dalam rangka jogo Jawa Timur untuk Indonesia damai," kata Luki usai deklarasi tolak kerusuhan di Monumen Polri Jalan Polisi Istimewa Surabaya, Minggu (16/6/2019).


Foto: Istimewa

Luki menegaskan untuk rencana aksi demo yang mengiringi sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), warga Jatim tidak akan terlibat. Berdasarkan pantauannya, tidak ada mobilisasi massa yang terjadi. Selain itu, pihaknya juga dibantu para stakeholder dan tokoh masyarakat untuk mencegah hal ini.

"Tidak ada mobilisasi masa atas kerjasama tokoh agama, tokoh masyarakat dari tingkat kabupaten sampai provinsi sudah menginstruksikan bahwa kita tidak ada yang turun ke Jakarta," tegas Luki.

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menambahkan jika pihaknya memang melakukan imbauan kepada masyarakat lewat berbagai cara. Pihaknya ingin pesan ini bisa masuk ke hati masyarakat.

"Kami ingin menyampaikan kepada Indonesia. Bahwa kami di Jawa Timur, kami cinta Indonesia, kami cinta damai, kami cinta NKRI, kami menolak kerusuhan. Mudah-mudahan pesan ini bisa menyemai di banyak pikiran, hati warga supaya sama-sama kita jaga Indonesia damai," imbuh Khofifah.


Foto: Istimewa

Di kesempatan yang sama, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja mengajak masyarakat untuk bersama menjaga ketertiban. Wisnoe mengatakan keamanan dan ketertiban di Jatim juga tanggung jawab seluruh masyarakat.

"Untuk masalah keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab semua warga untuk tidak ikut berpartisipasi, minimal dari dirinya sendiri yang menyudutkan permasalahan karena informasi, menjaga hoaks tidak usah di-share dan tanggung jawab kita semua," ajak Wisnoe.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan beberapa spanduk yang terpasang bukan lah dari kepolisian. Namun murni dari masyarakat yang memasang sendiri.

"Sebenarnya bukan Polrestabes yang memasang. Tapi masyarakat yang memasang sebagai bukti nyata, masyarakat Surabaya mendukung deklarasi dan memasang spanduk di tempat-tempat," kata Sandi.

Sandi menambahkan antusiasme masyarakat saat acara deklarasi dan olahraga ini merupakan wujud dukungan. Hal ini juga merupakan apresiasi dari masyarakat kepada pihak Polisi, TNI hingga pemerintah.

"Ini juga sebagai bentuk apresiasi pada pemerintah, TNI dan Polri dan menolak adanya kerusuhan yang disampaikan melalui spanduk tersebut," kata Sandi.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed