detikNews
Sabtu 15 Juni 2019, 16:25 WIB

Suami yang Gadaikan Istri Rp 250 Juta Ternyata Bunuh Kerabat Sendiri

Hilda Meilisa - detikNews
Suami yang Gadaikan Istri Rp 250 Juta Ternyata Bunuh Kerabat Sendiri Hori, suami yang gadaikan istrinya Rp 250 juta (Foto: Istimewa)
Lumajang - Seorang suami di Lumajang, Hori, menggadaikan istrinya Rp 250 juta untuk jaminan utang pada Hartono. Istri Hori pun akhirnya tinggal bersama Hartono selama beberapa bulan.

Sementara saat Hori ingin membayar utang dan membawa istrinya kembali, dia mengaku tak memiliki uang. Hori pun menawarkan kepada Hartono untuk membayar dengan sebidang tanah. Namun, Hartono menolak lantaran ingin utangnya dilunasi dengan uang.

Lantaran cemburu dan marah pada Hartono, Hori akhirnya berencana untuk membunuh Hartono. Dia pun berangkat ke rumah Hartono. Namun, dalam setengah perjalanan, Hori bertemu seorang yang mirip Hartono dan memutuskan untuk mencaroknya dari belakang.


"Ini kasus yang cukup kompleks, dimana si pelaku mengaku sakit hati terhadap Hartono karena merasa istrinya telah direbut," papar Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban di Lumajang, Sabtu (15/6/2019).

Arsal menambahkan setelah membunuh, Hori menyadari jika dirinya salah sasaran. Sementara orang yang dibunuh Hori adalah Muhammad Toha, yang tak lain masih kerabat Hori sendiri.


"Namun pada saat malam terjadinya pembunuhan tersebut, ternyata Hori salah sasaran dan membunuh seseorang bernama Toha yang tak lain masih saudara pelaku. Padahal yang mau dibunuh adalah Hartono," imbuh Arsal.

Kini, Hori harus mendekam di penjara dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara polisi masih menyelidiki beberapa kemungkinan baru terkait kasus human trafficking, penipuan, hingga perzinaan yang dilakukan Hori



Simak Juga 'Cemburu Jadi Motif Suami Gorok Leher Istri di Polman':



Suami yang Gadaikan Istri Rp 250 Juta Ternyata Bunuh Kerabat Sendiri

(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed